Harga Telur Hancur, Pakan Makin Mahal! Peternak Ungkap Kerugian hingga Rp5.000 per Kg

0 Shares

Padahal, biaya pokok produksi berada di kisaran Rp24.000 sampai Rp25.000 per kilogram.

Artinya, setiap menjual satu kilogram telur, peternak bisa kehilangan Rp4.000 hingga Rp5.000.

Semakin banyak produksi, semakin besar pula potensi kerugiannya.

Belum selesai di telur, harga ayam afkir juga disebut ikut jatuh hingga sekitar Rp13.000 per kilogram.

Situasinya jadi seperti lingkaran setan dimana harga jual turun, biaya produksi naik.

Pakan menjadi salah satu masalah terbesar, dimana komponen pakan disebut menyerap sekitar 70 persen biaya operasional peternakan.

- Advertisement -

Ketika harga bahan baku naik, peternak otomatis kena dampaknya.

Pakan konsentrat bahkan disebut mengalami kenaikan sekitar 30 sampai 40 persen.

Harga jagung yang tinggi juga ikut menjadi sorotan.

Peternak menilai penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP belum mampu sepenuhnya mengatasi persoalan tersebut.

Alhasil, peternak harus menghadapi dua tekanan sekaligus dengan harga jual anjlok, tetapi biaya produksi justru naik.

Protes peternak di Pati bahkan berlangsung cukup ekstrem.

Sejumlah peternak melakukan aksi simbolis dengan memakan ayam dan telur mentah serta mandi telur.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU