Penyelenggara juga menyatakan aktivitas tersebut sepenuhnya berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali mereka.
The Sounds Project mengaku telah mengambil langkah setelah memastikan kebenaran informasi mengenai video tersebut.
Salah satunya dengan memberikan teguran kepada pihak sponsor dan meminta persoalan tersebut diselesaikan hingga tuntas.
Penyelenggara juga melakukan pengawalan agar pihak sponsor segera mengidentifikasi orang-orang yang terlibat langsung dalam insiden tersebut.
Langkah itu dilakukan agar pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.
Selain itu, The Sounds Project menyatakan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa penghormatan terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens merupakan nilai yang mereka pegang.
Karena itu, mereka menyatakan tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang melanggar nilai tersebut.
“Rasa hormat terhadap agama dan keyakinan seluruh audiens adalah nilai yang kami pegang teguh sebagai penyelenggara, dan tidak ada toleransi untuk pelanggaran terhadap nilai tersebut,” tegas The Sounds Project.
Sementara itu, polemik video booth Newport tersebut masih menjadi perhatian publik.
Perkembangan terbaru juga menunjukkan MC booth, Ega, telah memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.
Dengan demikian, video yang awalnya beredar di media sosial kini telah memicu respons dari penyelenggara, pihak booth, serta berbagai pihak yang menyoroti penggunaan ayat Al Quran dalam aktivitas promosi tersebut.



