KBRI juga terus berkoordinasi dengan WNI untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Heni mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan WNI sekaligus menyiapkan respons apabila situasi darurat kembali terjadi.
Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional.
Pos Komando Terpadu juga dibentuk untuk mengoordinasikan proses penanganan bencana serta melakukan asesmen terhadap kebutuhan di wilayah terdampak.
Kemlu mengimbau WNI yang berada di Kolombia tetap meningkatkan kewaspadaan.
WNI juga diminta mengikuti arahan otoritas setempat dan memantau informasi hanya dari sumber resmi.
“Dalam kondisi darurat, WNI di Kolombia dapat menghubungi Hotline KBRI Bogota melalui nomor +57 301 9061706,” kata Heni.
Kemlu memastikan pemantauan akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi pascagempa M7,4 yang mengguncang Kolombia tersebut.



