Ketimpangan konsekuensi yang dialami kedua pemeran ini langsung memicu gelombang amarah warganet di media sosial.
Banyak netizen yang menyoroti tajam hadirnya standar ganda dan stigma ketat yang selalu ditimpakan kepada perempuan dalam kasus serupa.
“Selalu begini, rugi banget jadi cewek. Yang cewek kena mental sampai harus putus sekolah karena malu, yang cowok santai banget cuma modal video minta maaf terus urusan selesai!” cuti @rina6583.
“Harusnya sanksinya adil dong. Kenapa beban masa depan hancur cuma ditanggung pihak ceweknya? Standar ganda banget ini.” timpal @budhee.
“Pria cuma minta maaf tanpa beban, sementara masa depan siswinya dipertaruhkan. Masyarakat harusnya berhenti menghakimi sebelah pihak saja,” cetus @rawik23.
Guna mencegah dampak psikologis yang kian menghancurkan masa depan anak di bawah umur, Kemenag Banyuwangi dan pihak sekolah kembali mengimbau publik untuk berhenti mencari, menyimpan, atau menyebarluaskan kembali potongan video tersebut.



