Peta jalan tersebut dibangun di atas empat pilar, yakni Focus, Clarity, Discipline, dan Commitment. Astra juga memperjelas pengelolaan Wider Businesses dengan memprioritaskan bisnis yang memiliki sinergi dengan ekosistem dan kapabilitas Grup.
Strategi baru tersebut turut menekankan disiplin alokasi modal dan investasi dengan mempertimbangkan imbal hasil bagi pemegang saham.
“Di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, kami tetap fokus untuk menjalankan strategi korporasi kami yang baru. Kami yakin terhadap keunggulan operasional, resiliensi dan kekuatan neraca keuangan Astra, yang didukung oleh alokasi modal yang disiplin dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis,” kata Rudy.
PT Astra International Tbk juga mencatat nilai aset bersih per saham sebesar Rp5.763 pada 30 Juni 2026, meningkat 1 persen. Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 1 persen menjadi Rp230,1 triliun.


