Kontribusi laba bersih divisi Komponen PT Astra International Tbk melonjak 23 persen menjadi Rp921 miliar. Pertumbuhan itu didukung peningkatan kontribusi dari seluruh segmen.
Perkembangan positif turut terlihat pada divisi Mobilitas. Penjualan mobil bekas Grup Astra meningkat 4 persen menjadi 15.700 unit, sedangkan jumlah kendaraan dalam kontrak bertambah 13 persen menjadi 29.200 unit.
Pembiayaan Baru Capai Rp61,8 Triliun
Bisnis Jasa Keuangan PT Astra International Tbk juga melanjutkan pertumbuhan dengan laba bersih Rp4,6 triliun atau meningkat 6 persen.
Nilai pembiayaan baru dari divisi pembiayaan konsumen tumbuh 10 persen menjadi Rp61,8 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh pembiayaan otomotif dan multi-cycle.
Divisi pembiayaan yang berfokus pada sepeda motor memberikan kontribusi laba bersih Rp2,4 triliun, meningkat 4 persen dibandingkan tahun lalu.
Kontribusi laba bersih perusahaan pembiayaan mobil tumbuh 6 persen menjadi Rp1,2 triliun. Adapun nilai pembiayaan baru untuk alat berat naik 1 persen menjadi Rp8,1 triliun, dengan kontribusi laba bersih meningkat 11 persen menjadi Rp130 miliar.
Perusahaan asuransi Grup Astra juga membukukan pertumbuhan kontribusi laba bersih sebesar 7 persen menjadi Rp906 miliar. Kenaikan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional dan investasi.
Agribisnis dan Properti Tumbuh 31 Persen
Kinerja segmen Lain-lain PT Astra International Tbk yang mencerminkan Wider Businesses Grup juga menunjukkan pertumbuhan.
Tanpa memperhitungkan non-recurring items, laba bersih segmen ini meningkat 31 persen menjadi Rp1,6 triliun.
Pertumbuhan terutama ditopang bisnis agribisnis berkat kenaikan harga dan volume penjualan minyak kelapa sawit. Bisnis properti turut mencatat peningkatan setelah mendapat kontribusi dari industrial warehouse platform yang baru diakuisisi.
Di sisi lain, bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat membukukan laba bersih Rp2,7 triliun sebelum non-recurring items, turun 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


