Karier Diding Boneng di layar lebar dimulai lewat film Tiga Dara Mencari Cinta yang dirilis pada 1980.
Meski bukan pemeran utama, penampilannya berhasil menarik perhatian banyak orang.
Kesempatan demi kesempatan pun datang.
Namanya semakin dikenal setelah bergabung dalam film populer Catatan Si Boy yang menjadi fenomena pada era 1980-an.
Lewat trilogi film tersebut, Diding menunjukkan bahwa dirinya mampu memainkan berbagai karakter dengan baik.
Kemampuan aktingnya membuat banyak sutradara kembali mempercayakan peran kepadanya.
Selain film layar lebar, Diding juga aktif membintangi serial televisi.
Salah satu sinetron yang cukup melekat di hati penonton adalah Rumah Masa Depan, yang tayang pada 1983 hingga 1986.
Meski telah memiliki banyak pengalaman, nama Diding Boneng benar-benar melejit saat bergabung dalam sejumlah film Warkop DKI.
Di berbagai film komedi yang dibintangi Dono, Kasino, dan Indro, Diding hadir dengan karakter yang unik.
Gaya bicaranya, ekspresi wajah, hingga ciri khas gigi tonggos membuat penampilannya selalu mudah diingat penonton.
Ia tampil dalam sejumlah film komedi populer seperti Godain Kita Dong (1989), Lupa Aturan Main (1990), hingga Bisa Naik Bisa Turun (1992).
Salah satu karakter yang paling ikonik adalah saat memerankan komandan satpam penyamar dari rumah sakit jiwa dalam film Bisa Naik Bisa Turun.


