Dosen hingga Profesor Turun Gunung, Siap Bongkar Potensi Daerah Transmigrasi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah tak mau lagi merancang pembangunan cuma dari balik meja. Melalui Kementerian Transmigrasi, sebanyak 1.476 akademisi yang terdiri atas dosen, mahasiswa, hingga tenaga kependidikan resmi diterjunkan langsung ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai penjuru Indonesia.

Para akademisi ini tergabung dalam program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Misi utama mereka terbilang krusial: memetakan potensi lokal yang selama ini tersembunyi, mengurai problem warga, serta memicu hadirnya peluang ekonomi baru di pelosok negeri.

Menariknya, para Patriot yang terpilih ini bukanlah figur sembarangan. Mereka berhasil menyingkirkan sekitar 10 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia dalam proses seleksi yang bergulir ketat sejak Mei lalu.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya aksi nyata di lapangan. Menurutnya, pembuat kebijakan harus turun dan melihat sendiri fakta sosial di tengah masyarakat agar keputusan yang diambil tidak meleset.

“Kalau Bapak, Ibu, dan Adik-adik tidak hadir di tiap sudut Indonesia, maka orang lain yang akan hadir. Karena itu, negara memfasilitasi kehadiran para Patriot (civitas akademika) untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Iftitah saat membuka Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (25/7/2026).

Iftitah menekankan, skuad akademisi ini tidak hanya dikirim untuk merampungkan riset formal atau menggugurkan tugas akhir. Mereka mengemban mandat untuk merumuskan racikan solusi berbasis data yang betul-betul bisa langsung dieksekusi.

- Advertisement -

Ia menyadari bahwa wilayah transmigrasi menyimpan kekayaan ekonomi luar biasa. Namun di sisi lain, tumpukan masalah yang tergolong rumit juga masih membayang-bayangi.

Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan modal manusia unggul yang pandai mengubah teori akademik menjadi aplikasi riil di lapangan.

“Pembangunan tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas atau ruang rapat. Kita harus hadir, memahami persoalan secara langsung, lalu mencari jalan keluarnya bersama masyarakat,” tegasnya.

Menjadi Bagian Mata Rantai Perubahan

Persoalan di kawasan transmigrasi diakui sudah mengakar puluhan tahun. Karenanya, Mentrans tak menuntut seluruh keretakan sosial dan ekonomi beres secara instan. Yang terpenting, para akademisi bisa meletakkan batu pertama bagi perubahan berkelanjutan.

“Persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tentu tidak selesai dalam satu atau dua hari. Yang penting kita terus bergerak, terus mencari solusi, dan memastikan pembangunan tetap berjalan,” lanjut Iftitah.

Ekspedisi Patriot ini menjadi salah satu program andalan dalam agenda 5T Kementerian Transmigrasi. Pemerintah menargetkan output kegiatan tak berakhir sekadar tumpukan laporan di perpustakaan, melainkan pemantik inovasi, investasi baru, hingga pembuka lapangan kerja segar bagi warga lokal.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU