“Kita melintas setiap hari, tetapi jarang benar-benar melihat. Di sinilah letak arti penting rute ini. Open Top Tour of Jakarta bukan sekadar bus wisata dengan atap terbuka,” ujar Rano Karno dalam keterangan resminya.
Untuk menikmati perjalanan tersebut, masyarakat dikenakan tarif sebesar Rp75.000 per orang.
Tiket dapat dibeli secara daring melalui aplikasi TJ: Transjakarta, sehingga calon penumpang disarankan melakukan pemesanan lebih awal mengingat jumlah perjalanan setiap hari masih terbatas.
Hadirnya rute Jakarta Batavia juga melengkapi layanan Open Top Tour yang sebelumnya telah dioperasikan Transjakarta.
Saat ini terdapat empat rute wisata tematik yang bisa dipilih masyarakat sesuai minat masing-masing.
Selain Jakarta Batavia, tersedia rute Jakarta Skyline yang menawarkan panorama kawasan Sudirman dan Jalan MH Thamrin, terutama saat senja hingga malam hari dengan gemerlap lampu kota.
Kemudian ada Jakarta Heritage yang membawa penumpang melintasi sejumlah bangunan bersejarah, seperti Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Negara.
Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pesisir ibu kota, tersedia rute Jakarta Seaside yang menyuguhkan pemandangan kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).
Keempat rute tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda, mulai dari sejarah, lanskap perkotaan, hingga panorama tepi laut.
Dengan pilihan rute yang semakin beragam, Open Top Tour Transjakarta diharapkan dapat menjadi alternatif wisata perkotaan yang menarik bagi warga Jakarta maupun wisatawan dari luar daerah.
Karena jadwal Open Top Tour Jakarta Batavia hanya tersedia tiga kali setiap hari, masyarakat yang ingin mencobanya sebaiknya merencanakan waktu perjalanan sejak awal agar tidak kehabisan kesempatan menikmati wisata sejarah dari atas bus atap terbuka.


