Area dek atas didesain menyerupai ruang fine dining lengkap dengan meja dan kursi yang tertata rapi untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan.
Pada sisi kiri tersedia meja berkapasitas empat orang, sedangkan sisi lainnya disiapkan meja untuk dua orang.
Bagian atap menggunakan konsep panoramic sunroof, sehingga penumpang dapat menikmati panorama langit dan gedung-gedung Jakarta dari sudut pandang yang lebih luas.
Sementara itu, dek bawah dilengkapi mini pantry yang digunakan untuk menyiapkan makanan dan minuman sebelum disajikan kepada penumpang.
Bodi bus sendiri diproduksi oleh Karoseri Piala Mas.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut layanan Open Dining merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadirkan pengalaman wisata baru melalui transportasi publik.
Menurutnya, konsep serupa telah lebih dulu berkembang di sejumlah kota besar dunia seperti Tokyo dan Seoul.
Jakarta kini menghadirkan layanan tersebut dengan sentuhan lokal melalui perpaduan wisata kuliner, sejarah, budaya, dan panorama kota.
Bus akan melintasi sejumlah kawasan ikonik, mulai dari Kota Tua, Harmoni hingga Bundaran HI pada sore hingga malam hari.
Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati suasana gemerlap Jakarta sambil menikmati hidangan yang disajikan.
Selain itu, perjalanan akan ditemani pertunjukan musik biola serta pemandu wisata yang menjelaskan sejarah dan perkembangan kawasan yang dilalui.
Rano optimistis layanan ini akan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Ia menilai antusiasme terhadap bus wisata Transjakarta selama ini sangat tinggi.


