“Salah satunya adalah mohon maaf mungkin sedikit flashback di Kementerian Pertanian adalah adanya program pemenuhan telur dan ayam yang tersebar di luar Jawa, karena memang secara distribusi di luar Jawa ini dipandang memang masih kurang dan over supply di Pulau Jawa,” jelasnya.
Sudaryono berharap sinergi antara BGN, Kementerian Pertanian, dan berbagai pihak terkait dapat membuat MBG tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan.
Ia menegaskan, MBG merupakan program besar yang membutuhkan tata kelola yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan luas oleh masyarakat.
“Ini adalah program grande, program besar, dan program jangka panjang,” pungkas Sudaryono.



