Sudaryono memastikan BGN akan membuka ruang komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk jika ditemukan persoalan di lapangan.
“Kami mendengar, kami ingin lebih banyak mendengar, ingin kemudian lebih banyak menerima masukan dari semua, ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal, ada ide-ide baru dan lain-lain kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan untuk kami mengambil sebuah keputusan,” ungkapnya.
Menurut Sudaryono, perbaikan tata kelola dan keterbukaan terhadap masukan menjadi kunci agar program MBG dapat berjalan sesuai tujuan pemerintah, yakni menghadirkan pemenuhan gizi bagi masyarakat secara tepat sasaran.
“Ini adalah tugas berat, anggarannya besar, grande, seluruh Indonesia, dan ini adalah program bapak presiden menyangkut demokrasi atau demokratisasi gizi ke seluruh anak kita,” pungkas Sudaryono.


