Zinedine Zidane Segera Jadi Pelatih Timnas Perancis, Mbappe Cs Bersorak

0 Shares

Kekalahan tersebut kembali memunculkan kritik terhadap gaya bermain Les Bleus yang dinilai terlalu pragmatis meski memiliki deretan pemain ofensif kelas dunia.

Bahkan, statistik menunjukkan Perancis hanya mampu mencatat 0,3 expected goals (xG) saat menghadapi Spanyol, menjadi catatan terendah mereka sejak data tersebut mulai direkam pada 1966.

Sementara itu, pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Inggris akan menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Timnas Perancis.

Selama masa kepemimpinannya, Deschamps berhasil mempersembahkan gelar Piala Dunia 2018, membawa Perancis menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta menembus semifinal Piala Dunia 2026.

Meski sukses dari sisi prestasi, banyak pihak menilai Perancis membutuhkan pendekatan baru agar potensi generasi emas yang dimiliki saat ini bisa dimaksimalkan.

Reuters menyebut kegagalan di Piala Dunia 2026 semakin memperkuat keyakinan bahwa Les Bleus membutuhkan sosok baru untuk mengoptimalkan kualitas skuad yang dipenuhi pemain bintang.

Nama Zidane memang sudah lama disebut sebagai calon terkuat pengganti Deschamps.

Selain berstatus legenda Les Bleus yang membawa Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 sebagai pemain, ia juga memiliki rekam jejak luar biasa sebagai pelatih Real Madrid dengan raihan tiga gelar Liga Champions secara beruntun dan dua trofi Liga Spanyol.

Dalam beberapa kesempatan, Zidane tidak pernah menyembunyikan ambisinya menangani Timnas Perancis.

Ia bahkan dikabarkan sempat menolak sejumlah tawaran klub-klub besar Eropa demi menunggu kesempatan melatih negaranya sendiri.

Apabila pengumuman resmi dilakukan pekan depan, Zidane akan menghadapi tantangan besar untuk membawa Perancis kembali menjadi kekuatan dominan dunia sekaligus memaksimalkan kualitas para bintang seperti Mbappe dan kolega dalam misi meraih gelar internasional berikutnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

BACA LAINNYA