Sementara di Indianapolis, NOC Indonesia berdiskusi dengan Kepala Pelatih Renang Indiana University Ray Looze, mengunjungi Indiana University, fasilitas olahraga kampus, serta Indiana Sports Corp, organisasi yang berperan dalam penyelenggaraan dan pengembangan event olahraga.
Sedangkan di Colorado Springs, yang dikenal sebagai Olympic City, delegasi NOC Indonesia melakukan diskusi intensif dengan United States Olympic & Paralympic Committee (USOPC) dan United States Anti-Doping Agency (USADA), serta mengunjungi U.S. Olympic & Paralympic Museum.
“Dari USOPC, kami mendapat banyak masukan positif, salah satunya model pendanaan yang ditopang oleh berbagai sumber, mulai dari sponsorships, broadcasting rights, licensing, donations, hingga commercial partnerships, hingga private fundraising melalui foundation untuk menarik dukungan dari high-net-worth individuals, filantropis, dan komunitas bisnis sehingga mampu menciptakan fondasi financial sustainability yang kuat dalam mendukung Team USA,” ujar Okto.
Program berakhir di Los Angeles di mana NOC Indonesia mengunjungi Universitas California Los Angeles yang akan digunakan sebagai athletes village penyelenggaraan Olimpiade 2028.
Okto juga menilai bahwa peran kampus dalam sistem olahraga Amerika Serikat menjadi pembelajaran penting bagi Indonesia. Universitas tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga pusat pembinaan atlet, riset, sport science, kompetisi, dan pengembangan karakter.
Okto menyampaikan apresiasi kepada U.S. Department of State, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, serta seluruh institusi yang telah menerima delegasi NOC Indonesia dengan hangat selama program berlangsung.
Ia berharap IVLP tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi kolaborasi yang lebih erat antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memperkuat olahraga, pendidikan, kepemimpinan, dan people-to-people diplomacy.
“Olahraga adalah instrumen pembangunan bangsa, diplomasi, dan investasi jangka panjang bagi generasi muda. Dengan ekosistem yang kuat, tata kelola yang baik, pendanaan yang berkelanjutan, dan pembinaan yang konsisten, Indonesia dapat membangun fondasi yang lebih kokoh menuju prestasi dunia dan Olimpiade,” tutup Okto.


