HOLOPIS.COM, JAKARTA – Keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI membongkar penyelundupan sekitar 3,37 ton ganja asal Thailand mendapat apresiasi dari Kapoksi Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Muhammad Rahul. Namun, ia mengingatkan agar keberhasilan tersebut menjadi awal untuk memperkuat upaya pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi penyalahgunaan narkotika.
Apresiasi itu disampaikan Rahul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026), setelah operasi gabungan yang melibatkan Badan Narkotika Nasional, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta kepolisian berhasil membongkar jaringan penyelundupan narkotika lintas negara.
Menurut Rahul, pengungkapan kasus tersebut tidak hanya menunjukkan keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat dari ancaman sindikat narkotika internasional.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto beserta seluruh jajaran BNN, Dirjen Bea dan Cukai, dan unsur kepolisian yang terlibat dalam operasi bersama ini. Pengungkapan jaringan internasional dengan barang bukti sekitar 3,37 ton merupakan capaian yang sangat strategis,” ujar Rahul.
Rahul menilai, cara kerja sindikat narkotika kini semakin kompleks. Mereka memanfaatkan berbagai jalur distribusi, mulai dari kontainer, koper, kardus latex, hingga pengiriman logistik lintas daerah. Karena itu, aparat penegak hukum dituntut terus meningkatkan kemampuan intelijen, analisis, serta pengawasan.
“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan aparat dalam membaca pola kejahatan, melakukan pendalaman intelijen, analisis dokumen, pengawasan pengiriman, hingga melakukan penindakan secara terukur. Ini bukan sekadar menyita barang bukti, tetapi juga memutus rantai distribusi sebelum narkotika beredar di tengah masyarakat,” katanya.
Legislator asal Riau itu juga menilai pengungkapan kasus tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas lembaga. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkotika saat ini tidak lagi hanya diukur dari banyaknya barang bukti yang diamankan, tetapi juga sejauh mana aparat mampu membongkar struktur jaringan, melacak aliran dana, hingga mengidentifikasi aktor intelektual di balik kejahatan tersebut.
Meski begitu, Rahul mengingatkan bahwa keberhasilan operasi besar itu tidak boleh membuat semua pihak cepat berpuas diri.
“Komisi III meyakini BNN tidak akan berhenti pada keberhasilan operasi ini. Justru capaian tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan P4GN secara lebih komprehensif, berkelanjutan, dan terintegrasi, mulai dari aspek pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar edukasi mengenai bahaya narkotika semakin diperluas, baik di lingkungan sekolah, kampus, komunitas, dunia usaha, maupun instansi pemerintah. Menurutnya, langkah pencegahan merupakan investasi jangka panjang untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan narkoba.

