Indonesia Dinilai Tempuh Jalan Tengah Menuju Zero Emissions

0 Shares

Menurut Agusto, pemerintah tidak menolak penggunaan energi hijau, tetapi ingin memastikan transisi energi berlangsung secara bertahap agar tidak menimbulkan dampak sosial yang luas.

Ia menekankan bahwa konsep Just Transition atau transisi yang adil harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan energi nasional.

“Melindungi lingkungan hidup tidak cukup hanya dengan menanam pohon atau mengurangi emisi karbon, negara juga harus memikirkan nasib para pekerja,” katanya.

Agusto mengingatkan, penghentian penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara secara mendadak berpotensi memengaruhi jutaan pekerja di sektor pertambangan, transportasi, pelabuhan, kontraktor, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup pada industri tersebut.

Karena itu, menurutnya, transisi energi harus memberikan keadilan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

Sebagai ilustrasi, Agusto menceritakan pengalamannya saat kecil di Desa Butuh, Kutoarjo, Jawa Tengah, ketika mayoritas warga masih menggunakan kayu bakar untuk memasak. Menurutnya, perubahan menuju penggunaan LPG dan kompor listrik berlangsung secara bertahap melalui pembangunan infrastruktur, distribusi energi, dan adaptasi masyarakat.

- Advertisement -

Ia menilai proses serupa juga diperlukan dalam pelaksanaan transisi energi nasional.

Selain melihat dari aspek pembangunan, Agusto juga mengaitkan perlindungan lingkungan dengan ajaran Islam yang menekankan keseimbangan antara menjaga alam dan menjaga kemaslahatan manusia.

Di bagian akhir tulisannya, Agusto menilai sikap pemerintah yang disampaikan Menteri Jumhur mencerminkan komitmen untuk tidak mempertentangkan kepentingan lingkungan dengan kepentingan masyarakat.

“Komitmen yang disampaikan Menteri Jumhur di London menunjukkan bahwa Indonesia tidak sedang memilih antara lingkungan atau manusia. Indonesia memilih keduanya. Menjaga hutan. Menjaga sungai. Menurunkan emisi karbon. Mengembangkan energi bersih,” tulisnya.

Ia menegaskan pembangunan berkelanjutan tidak hanya berorientasi pada penyelamatan lingkungan, tetapi juga memastikan masyarakat tetap memperoleh pekerjaan, industri terus bergerak, pasokan energi tersedia, dan kesejahteraan rakyat meningkat.

“Bumi yang hijau adalah harapan semua manusia, namun bumi yang hijau akan jauh lebih bermakna apabila di atasnya hidup masyarakat yang sejahtera, memiliki pekerjaan, dan dapat mewariskan lingkungan yang lestari kepada generasi berikutnya. Inilah komitmen yang kini sedang diperjuangkan Indonesia, baik di dalam negeri maupun di panggung dunia,” pungkas Agusto.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU