HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meski masih tampil kompetitif dan mampu bersaing di barisan depan MotoGP, masa depan Marc Marquez mulai menjadi bahan perbincangan. Sejumlah pengamat menilai pebalap Ducati itu kemungkinan tidak akan melanjutkan kariernya setelah musim 2026 berakhir.
Salah satu pendapat tersebut datang dari mantan pebalap MotoGP yang kini menjadi pengamat, Jaime Alguersuari. Menurutnya, Marquez sudah menghadapi terlalu banyak tantangan fisik setelah bertahun-tahun berkutat dengan cedera dan operasi.
Alguersuari menilai kondisi itu bisa menjadi alasan kuat bagi pebalap asal Spanyol tersebut untuk mengakhiri kariernya lebih cepat.
“Saya rasa Marc tidak akan bertahan hingga 2027; dia tidak akan melukai dirinya sendiri lagi. Dia akan berusia 34 tahun, itu masuk akal. Dia sudah cukup. Selain itu, dia hanya akan kalah dan tidak mendapatkan apapun,” ujar Jaime Alguersuari, dikutip dari Holopis.com dari Motosan, Kamis (18/6/2026).
Pandangan tersebut muncul di tengah ketidakjelasan masa depan Marquez bersama Ducati. Kontrak juara dunia delapan kali itu diketahui akan berakhir pada penghujung musim 2026 dan hingga kini belum ada pembicaraan resmi mengenai perpanjangan kerja sama.
Potensi Duel dengan Pedro Acosta
Sebelumnya, sempat muncul spekulasi bahwa Ducati ingin memasangkan Marc Marquez dengan Pedro Acosta pada musim mendatang. Namun Alguersuari justru menilai duet tersebut berpotensi menciptakan persaingan internal yang sangat keras.
Menurutnya, baik Marquez maupun Acosta memiliki karakter balap yang sama-sama agresif dan tidak mudah mengalah.
“Meskipun Pedro berkata, ‘Jangan pergi, bajingan, karena aku harus membuktikan siapa aku dengan mengalahkanmu.’ Dan jika Marc tetap bertahan, mereka akan memiliki motor yang sama, dan yang akan mereka lakukan hanyalah saling merusak secara permanen,” tuturnya.
Ia bahkan menilai Acosta memiliki mentalitas bertarung yang mirip dengan Marquez ketika masih muda.
“Karena Pedro memiliki insting yang sama dengan Marc. Marc tidak mengizinkan, dan masih tak mau, siapa pun mengalahkannya. Namun dia tetap memberikan yang terbaik, dan dalam hal itu, Pedro lebih kuat,” kata Alguersuari.
Diminta Tak Mengulang Kisah Rossi
Dalam komentarnya, Alguersuari juga menyinggung perjalanan karier Valentino Rossi menjelang masa pensiun.
Menurut dia, Marquez sebaiknya tidak mengikuti jejak rival lamanya tersebut dengan terus balapan saat performa sudah tidak lagi berada di level terbaik.
“Rossi berpura-pura pensiun dan menghabiskan waktu yang sangat lama mempermalukan dirinya sendiri, yang menurut saya seharusnya tidak dia lakukan. Dia terus balapan sampai usia 42 tahun, ketika dia tidak pernah bisa memenangkan apa pun lagi,” kata Alguersuari.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Marc Marquez terkait rencana pensiun. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu masih fokus menjalani musim bersama Ducati dan tetap menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia.
Spekulasi mengenai masa depannya kemungkinan akan terus berkembang, terutama jika Ducati dan Marquez belum mencapai kesepakatan baru menjelang berakhirnya kontrak pada akhir musim.


