Pada penyelenggaraan OMIA 2026, sebanyak enam cabang olahraga akan diperkenalkan, yakni tenis meja, break dance, skateboard, panahan, tinju, cricket, dan squash serta padel sebagai cabang ekshibisi. Kegiatan ini akan melibatkan pelajar, komunitas, keluarga, hingga masyarakat umum, dengan target partisipasi ratusan peserta dari berbagai latar belakang.
Rangkaian kegiatan dalam OMIA mencakup multisport trial zone, sport discovery, coaching clinic, talkshow bersama atlet, hingga berbagai aktivitas interaktif yang dirancang untuk membangun pengalaman olahraga yang menyenangkan dan berkesan.
Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia, Ismail Ning, menambahkan bahwa OMIA menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“OMIA bukan sekadar event, tetapi gerakan untuk membangun budaya olahraga di masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa olahraga menjadi bagian dari gaya hidup, sekaligus menjadi ruang pembinaan karakter dan kebersamaan,” ujar Ismail Ning.
Tidak hanya berfokus pada olahraga, OMIA juga mengusung semangat keberlanjutan melalui berbagai inisiatif ramah lingkungan, termasuk edukasi pengelolaan sampah dan kampanye gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan tidak terlepas dari posisinya sebagai ikon pariwisata Indonesia yang dikenal dunia, sekaligus menjadi representasi kuat dari konsep sport tourism yang menggabungkan olahraga, budaya, dan pengalaman destinasi.
Melalui OMIA 2026, NOC Indonesia berharap dapat memperluas jangkauan Olympic Movement di Indonesia, memperkuat keterlibatan generasi muda, serta menciptakan ekosistem olahraga yang lebih inklusif, edukatif, dan berkelanjutan.


