Noel Ungkap Sinyal ‘1998 Jilid 2’, Prabowo Diminta Gandeng PDIP dan Habib Rizieq

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Mantan Wamenaker Noel sebut ada sinyal “1998 Jilid 2” dan minta Prabowo gandeng PDIP serta Habib Rizieq untuk jaga stabilitas politik.

Pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel kembali memantik perhatian publik.

Ia mengungkap adanya potensi dinamika politik besar yang ia sebut sebagai “1998 Jilid 2”, yang menurutnya perlu diwaspadai oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya kepada media, Noel menilai pemerintah perlu memperkuat dukungan politik dengan merangkul kekuatan yang dinilai punya pengaruh signifikan di lapangan.

Dua kelompok yang ia soroti adalah PDI Perjuangan serta jaringan pendukung Habib Rizieq Shihab.

Menurut Noel, stabilitas politik ke depan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah membangun komunikasi dengan berbagai kelompok tersebut.

- Advertisement -

Ia menyebut, langkah itu penting untuk mengantisipasi potensi meningkatnya tensi politik nasional.

“Yang dibutuhkan sekarang itu kawan yang benar-benar loyal dan punya pengaruh. PDIP dan kelompok Habib Rizieq menurut saya termasuk yang perlu dirangkul,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Noel juga mengklaim adanya konsolidasi dari sejumlah elemen masyarakat, mulai dari kelompok sipil, mahasiswa, buruh, hingga organisasi kemasyarakatan.

Ia menilai konsolidasi tersebut sudah berjalan cukup jauh dan berpotensi memunculkan eskalasi politik dalam beberapa waktu ke depan.

Ia bahkan menyebut periode pertengahan 2026, khususnya Juni hingga Juli, sebagai fase yang perlu diwaspadai.

Meski begitu, ia tidak merinci lebih jauh bentuk ancaman yang dimaksud.

“Saya melihat ada dinamika yang sedang bergerak. Konsolidasi berbagai elemen sudah terjadi, tinggal menunggu pemicu,” kata Noel.

Selain aspek politik, Noel turut menyinggung kondisi ekonomi yang menurutnya bisa memperkuat tekanan sosial.

Ia menyebut pelemahan nilai tukar rupiah serta tekanan di pasar saham sebagai indikator yang patut diperhatikan.

Menurutnya, gejolak ekonomi sering kali beriringan dengan meningkatnya ketidakpuasan publik, sehingga perlu langkah antisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas.

“Kondisi dolar naik dan IHSG tertekan itu sinyal yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Noel menambahkan, pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan mitra politik agar tidak terjebak pada kepentingan jangka pendek.

Ia menilai stabilitas pemerintahan hanya bisa terjaga jika didukung oleh koalisi yang solid dan konsisten.

“Jangan sampai hanya mengejar kepentingan sesaat. Yang dibutuhkan adalah stabilitas dan kepercayaan,” katanya.

Pernyataan Noel ini langsung menjadi perbincangan publik karena menyentuh isu sensitif terkait stabilitas politik nasional.

Meski demikian, hingga kini belum ada respons resmi dari pihak Istana maupun partai politik yang disebut dalam pernyataan tersebut.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Eagle Eye
Gesha Yuliani Nattasya, Eagle Eye
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU