HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana tanah longsor melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah longsor.
“Tanah longsor menimbun akses jalan menuju Desa Leppangeng di Kecamatan Pitu Riase sehingga wilayah tersebut terisolasi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (2/6).
Berdasarkan kaji cepat sementara oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidenreng Rappang, korban jiwa terdata sebanyak 614 jiwa.
“Kerugian materiil antara lain 221 unit rumah terdampak dan dua titik akses jalan terdampak,” ujarnya.
Abdul menyebut tim gabungan masih melakukan penanganan pembersihan material longsor di ruas jalan menuju Desa Leppangeng.
“Adapun kendala penanganan di lapangan adalah cuaca yang masih sering turun hujan,” imbuhnya.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi.
“Selain itu, masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa,” imbaunya.


