Banjir dan Tanah Longsor Landa Kabupaten Nunukan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir dan tanah longsor melanda pemukiman warga yang ada di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara semenjak beberapa waktu yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi disertai luapan sungai mengakibatkan banjir di Kabupaten Nunukan.

okasi terdampak banjir berada di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

“Selain banjir, juga terjadi tanah longsor di jalan arah Mamolo menuju Sei Lancang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (2/6).

Peristiwa bencana ini mengakibatkan 20 kepala keluarga (KK) terdampak. Kerugian materiil yang terdata antara lain 20 unit rumah terdampak, satu unit masjid terdampak, dan satu badan jalan terdampak longsor dengan ketinggian lima meter dan panjang 15 meter.

Abdul memastikan bahwa banjir saat ini relatif lebih surut dibandingkan sebelumnya. Akses jalan yang terdampak longsor masih dapat dilalui kendaraan.

- Advertisement -

“Meskipun demikian, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi risiko banjir susulan serta ancaman satwa liar seperti buaya saat beraktivitas di wilayah terdampak banjir,” tukasnya.

Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem selama masa peralihan musim, seperti angin kencang, hujan ekstrem, angin puting beliung, banjir, dan gelombang tinggi.

“Selain itu, masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan bencana geologi seperti gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU