JAKARTA, Holopis.com – Jangan asal masak daging kurban! Kenali 5 tanda daging sudah busuk, termasuk bau menyengat yang sering diabaikan.
Tradisi membagikan daging kurban saat Idul Adha memang selalu dinanti masyarakat.
Namun, masih banyak orang yang kurang teliti saat menyimpan maupun mengolah daging sehingga kualitasnya cepat menurun.
Daging yang sudah rusak sebaiknya tidak dipaksakan untuk dikonsumsi.
Selain memengaruhi rasa, kondisi tersebut juga bisa memicu gangguan kesehatan seperti sakit perut hingga keracunan makanan.
Sayangnya, ada beberapa tanda daging busuk yang kerap diabaikan.
Salah satunya perubahan aroma yang sering dianggap normal oleh sebagian orang.
Berikut sejumlah tanda daging kurban yang sudah tidak aman dikonsumsi:
1. Permukaan Daging Mulai Mengering
Daging yang disimpan terlalu lama biasanya mengalami perubahan pada bagian permukaan menjadi lebih kering.
Kondisi ini sering terjadi akibat penyimpanan berhari-hari di freezer maupun chiller.
Meski masih terlihat utuh, kualitas daging sebenarnya sudah mulai menurun.
2. Tekstur Terasa Licin dan Berlendir
Ciri lain yang wajib diwaspadai adalah tekstur daging berubah menjadi lengket atau berlendir saat disentuh.
Kondisi tersebut bisa menjadi tanda berkembangnya bakteri pada daging sehingga tidak aman lagi untuk diolah menjadi makanan.
3. Bau Menyengat yang Tidak Normal
Banyak orang masih menganggap perubahan aroma pada daging sebagai hal biasa.
Padahal, bau menyengat merupakan salah satu tanda paling jelas bahwa daging sudah mulai membusuk.
Daging segar umumnya memiliki aroma khas yang tidak terlalu tajam.
Jika baunya menusuk hidung, sebaiknya segera dibuang.
4. Warna Berubah Jadi Pucat atau Kusam
Perubahan warna juga perlu diperhatikan.
Daging yang mulai terlihat pucat, kusam, atau keabu-abuan menandakan kesegarannya sudah berkurang.
Hal ini biasanya dipicu proses oksidasi akibat penyimpanan yang kurang tepat.
5. Daging Menghitam
Jika warna daging berubah semakin gelap hingga kehitaman, itu menandakan kualitasnya sudah sangat buruk.
Daging dengan kondisi seperti ini tidak disarankan untuk dikonsumsi karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serius.
Agar tetap aman, masyarakat disarankan menyimpan daging kurban dengan suhu yang sesuai dan segera mengolahnya sebelum kualitasnya menurun.


