Tradisi Idul Adha di 7 Negara Ini Nyeleneh Banget, Ada Parade Kuda hingga Kostum Kulit Hewan

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com – Perayaan Idul Adha di berbagai negara ternyata punya tradisi unik, dari parade kuda megah hingga kostum kulit hewan yang mencuri perhatian.

Perayaan Idul Adha di berbagai negara ternyata punya warna tersendiri yang bikin publik penasaran.

Bukan cuma soal penyembelihan hewan kurban, sejumlah negara juga memiliki tradisi unik yang sudah dilakukan turun-temurun dan kini ramai viral di media sosial.

Mulai dari parade kuda megah di Nigeria, ritual cap tangan darah di Mesir, sampai warga yang memakai kostum dari kulit hewan di Maroko, semuanya menghadirkan suasana Idul Adha yang berbeda dari biasanya.

Tradisi-tradisi tersebut menjadi bukti bagaimana budaya lokal ikut membentuk cara masyarakat merayakan Hari Raya Kurban tanpa menghilangkan makna ibadahnya.

Berikut deretan tradisi Idul Adha unik dari berbagai penjuru dunia:

- Advertisement -

1. Nigeria

Di wilayah utara Nigeria, masyarakat punya tradisi besar bernama Hawwan Sallah.

Dalam perayaan ini, kuda-kuda dihias menggunakan kain warna-warni dan ornamen tradisional sebelum diarak keliling kota.

Parade tersebut selalu dipadati warga karena dianggap sebagai simbol kehormatan, kebesaran, dan suka cita menyambut Hari Raya Idul Adha.

2. Mesir

Tradisi ekstrem masih ditemukan di beberapa daerah Mesir.

Setelah proses penyembelihan kurban selesai, sebagian warga akan mencelupkan telapak tangan ke darah hewan kurban.

Bekas tangan itu kemudian ditempelkan di pintu atau tembok rumah sebagai simbol keberkahan dan tanda bahwa keluarga tersebut telah berkurban.

3. Pakistan

Suasana menjelang Idul Adha di Pakistan selalu mencuri perhatian.

Banyak warga merawat hewan kurban mereka secara khusus, mulai dari dimandikan hingga diberi aksesori warna-warni.

Tak sedikit sapi dan kambing yang dihiasi kalung bunga, cat henna, hingga manik-manik agar terlihat lebih menarik sebelum hari penyembelihan tiba.

4. Maroko

Salah satu tradisi paling unik datang dari Maroko melalui festival Boujloud.

Sehari usai penyembelihan kurban, sejumlah warga mengenakan pakaian dari kulit dan bulu domba.

Dengan topeng khas dan kostum menyerupai makhluk liar, mereka berjalan keliling sambil menari di tengah keramaian warga.

5. Arab Saudi

Di Arab Saudi, Idul Adha identik dengan tradisi kumpul keluarga.

Setelah salat Id, masyarakat biasanya langsung berkumpul di rumah kerabat untuk menikmati hidangan khas Timur Tengah.

Menu seperti nasi mandi dan kabsah berbahan daging kurban menjadi sajian utama yang hampir selalu tersedia di meja makan.

6. China

Komunitas Muslim di China, terutama etnis Hui dan Uyghur, menyambut Idul Adha dengan nuansa religius yang kental.

Sebelum penyembelihan dilakukan, tokoh agama dan warga akan berkumpul membaca Al-Qur’an serta memanjatkan doa bersama.

Setelah itu, daging kurban dibagikan kepada masyarakat sekitar.

7. Turki

Masyarakat Turki memiliki tradisi menyentuh hati saat Idul Adha atau Kurban Bayrami.

Anak-anak dan anggota keluarga yang lebih muda akan mendatangi orang tua maupun kerabat senior.

Mereka lalu mencium tangan orang yang lebih tua dan menempelkannya ke dahi sebagai bentuk penghormatan serta doa restu.

Beragam tradisi tersebut menunjukkan bahwa Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dari budaya masyarakat dunia.

Meski caranya berbeda-beda, semangat berbagi dan kebersamaan tetap menjadi inti utama perayaan Hari Raya Kurban.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU