HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pelatih Atlético Madrid Diego Simeone meluapkan kekecewaannya setelah timnya menutup musim 2025/26 dengan kekalahan telak 5-1 dari Villarreal CF di Estadio de la Ceramica.
Hasil buruk itu membuat Atletico Madrid harus puas finis di posisi keempat klasemen La Liga dan kembali gagal bersaing dalam perebutan gelar juara.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Simeone mendapat banyak pertanyaan mengenai masa depan tim. Hal itu termasuk soal striker Julian Alvarez yang belum kembali bermain sejak kekalahan semifinal Liga Champions melawan Arsenal.
“Itu bukan pertanyaan untuk saya, tetapi untuk Julián,” kata Simeone dikutip dari Into the Calderon, Selasa, (26/5/2026).
MenurUt Simeone, Alvarez sudah dewasa untuk mengambil langkah keputusan. “Dan, saya rasa dia sudah mengambil keputusan,” ujar Simeone.
Simeone mengakui Atletico tampil jauh dari harapan sepanjang pertandingan melawan Villarreal. Ia menilai timnya gagal mempertahankan konsistensi performa di fase akhir musim.
“Kami tidak pernah berhasil bermain sesuai yang kami butuhkan. Kami tidak cukup bagus untuk finis di posisi ketiga,” katanya.
Meski demikian, pelatih asal Argentina itu tetap menilai para pemain sudah memberikan upaya maksimal sepanjang musim yang penuh tekanan.
Dia bilang Atletico sudah mengerahkan upaya luar biasa sepanjang musim. Setelah kalah dari Arsenal, pertandingan melawan Celta adalah yang terbaik.
“Seharusnya kami menang. Melawan Osasuna, mereka melewatkan banyak peluang dan kami menang; melawan Girona, sama saja. Tapi kali ini mereka tidak melewatkan peluang, setiap peluang yang mereka miliki berhasil dimanfaatkan,” lanjut Simeone.
Kekalahan besar dari Villarreal juga membuat Simeone mengingatkan timnya agar tak terlena hanya karena rutin finis di zona Liga Champions.
Bagi dia, kondisi Atletico finis posisi tiga atau empat di klasemen akhir sudah biasa.
“Finis di posisi itu setiap tahun, ketiga atau keempat, yang membawa kami ke Liga Champions, tetapi kami harus berhati-hati. Real Sociedad dan Athletic akan kembali kuat, seperti yang telah mereka lakukan sejak lama. Ini tidak mudah,” jelasnya.
Simeone kemudian coba mengevaluasi perjalanan Atletico sepanjang musim ini yang diwarnai perjuangan di berbagai kompetisi.
“Saya selalu buruk dalam hal nilai saya tidak terlalu bagus di sekolah. Kami menjalani musim yang berada di antara baik dan sangat baik. Semifinal Liga Champions, final Copa del Rey, total 61 pertandingan,” ujar Simeone.
Ia juga menyoroti perbedaan beban pertandingan yang dijalani Villarreal dibanding Atletico Madrid.
“Villarreal bermain sangat baik dan menjalani musim La Liga yang hebat, tetapi mereka hanya berkompetisi di satu turnamen,” katanya.
Menurut Simeone, salah satu masalah terbesar Atletico musim ini adalah lemahnya pertahanan yang membuat mereka sulit bersaing di papan atas.
“Angka-angka berbicara sendiri, angka-angka itu keras. Kami terlalu banyak kebobolan, dan itu tidak memungkinkan kami untuk bersaing,” ungkapnya.

