Bukit Raya Sambora Jalani Sertifikasi Ketat, TNI AU Utamakan Keselamatan Udara

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara atau Lanud Supadio terus memperkuat pengembangan potensi dirgantara nasional. Langkah itu dengan mengedepankan aspek keselamatan penerbangan.

Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui pelaksanaan survei dan sertifikasi venue paralayang di kawasan Bukit Raya Sambora, Kecamatan Toho, Kalimantan Barat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Senin (20/4) hingga Rabu (22/4) tersebut melibatkan tim dari Pusat Teritorial Angkatan Udara atau Pusterau. Proses survei dilakukan untuk memastikan Bukit Raya Sambora memenuhi standar keselamatan dan kelayakan sebagai lokasi olahraga dirgantara.

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono bersama Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Kolonel Sus M. Deni Abdullah menyambut langsung kedatangan tim Pusterau yang dipimpin Kolonel Pom Tommy Wahyu I. Penyambutan itu menjadi simbol sinergi antar satuan TNI AU dalam mendukung pembangunan sektor kedirgantaraan nasional secara berkelanjutan.

Pelaksanaan survei dan sertifikasi tak hanya difokuskan pada verifikasi teknis semata. Namun, juga menitikberatkan pada aspek keselamatan bagi seluruh pengguna ruang udara, khususnya atlet dan pegiat paralayang.

“Kegiatan ini memiliki nilai yang sangat fundamental. Tidak hanya memastikan terpenuhinya standar teknis, tetapi juga menjamin keselamatan jiwa setiap insan yang akan beraktivitas di ruang udara tersebut,” kata Kolonel Deni, dalam keterangan resmi TNI AU, Jumat, (22/5/2026).

- Advertisement -

“Lanud Supadio berkomitmen penuh mendukung proses ini agar Bukit Raya Sambora dapat berkembang sebagai venue dirgantara yang aman, andal, dan berdaya saing,” lanjutnya.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi menyeluruh di Markas Komando Lanud Supadio. Pembahasan mencakup berbagai aspek teknis dan operasional, termasuk mitigasi risiko, kondisi meteorologi, karakteristik geografis wilayah, hingga kesiapan sistem pendukung keselamatan penerbangan.

Selanjutnya, tim gabungan melaksanakan peninjauan lapangan dan uji terbang sebagai bagian dari tahapan sertifikasi. Proses tersebut dilakukan dengan standar profesionalisme tinggi dan kehati-hatian maksimal guna memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi.

Dalam kegiatan uji coba itu, tujuh atlet paralayang turut dilibatkan untuk menguji langsung kondisi teknis lokasi penerbangan. Mereka terdiri atas empat atlet dari Lanud Harry Hadisoemantri serta dua atlet cabang olahraga paralayang Kalimantan Barat, yakni Panjul dan Edison.

Keterlibatan para atlet dinilai penting untuk memberikan gambaran nyata terkait tingkat keamanan dan kenyamanan penerbangan di kawasan Bukit Raya Sambora.

Melalui proses survei dan sertifikasi ini, TNI AU berharap bisa melahirkan rekomendasi strategis sebagai dasar penetapan standar venue paralayang di Kalimantan Barat. Bukit Raya Sambora pun diproyeksikan berkembang menjadi destinasi olahraga dirgantara unggulan yang mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat eksistensi Indonesia dalam dunia kedirgantaraan nasional.

Kegiatan tersebut juga menjadi wujud komitmen TNI AU dalam menjaga keselamatan ruang udara nasional sekaligus membuka peluang pengembangan olahraga dirgantara yang profesional, aman, dan berdaya saing tinggi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU