JAKARTA – Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut negara-negara maju seperti Inggris dan Australia mulai mengadopsi konsep pendidikan pondok pesantren melalui sistem boarding school yang kini menjadi tren pendidikan modern.
Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin Umar saat menghadiri acara “Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual” yang digagas Partai Kebangkitan Bangsa di Hotel Mercure Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Nasaruddin, selama ini pesantren sering dianggap sebagai lembaga pendidikan tradisional. Padahal, hasil penelitian terbaru justru menunjukkan pesantren memiliki konsep pendidikan yang sangat modern.
“Baru-baru ini ada seorang peneliti dari Inggris meneliti pondok pesantren. Apa kesimpulannya? Ternyata lembaga pendidikan yang paling modern itu adalah pondok pesantren. Padahal kita menganggap pondok pesantren kolot, tradisional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep pendidikan berbasis asrama yang menjadi ciri khas pesantren kini justru berkembang pesat di negara-negara Barat dengan nama boarding school.
“Kita lihat di Inggris sekarang ini lagi tren, Inggris dan Australia, sekolah yang paling favorit sekarang ini adalah boarding school, jadi niru-niru pondok pesantren terutama di tingkat SLTA,” kata Nasaruddin.
Menurut Menag, masyarakat modern mulai menyadari pentingnya pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Ia menilai sistem sekolah umum kerap menimbulkan “split personality” atau keterpecahan kepribadian karena pengawasan terhadap peserta didik tidak berlangsung secara menyeluruh.
“Di sekolah tidak boleh merokok, di rumah enggak boleh merokok, tapi antara rumah dan sekolah di situlah masyarakat didik kita seringkali rusak,” ujarnya.
Karena itu, Nasaruddin menilai sistem pendidikan berbasis asrama seperti pesantren mampu menciptakan pembentukan karakter yang lebih utuh karena kehidupan peserta didik lebih terkontrol.
“Kalau itu di-boarding-kan, maka apa yang dipelajari itu diamalkan. Bagaimana menjadikan waktu, berpakaian, cara makan, bergaul, relasinya dengan guru dan seterusnya itu sangat terkontrol,” jelasnya.
Ia menambahkan, lembaga pendidikan bermerek dan berkelas di luar negeri saat ini juga mulai menerapkan konsep serupa demi membentuk karakter siswa secara lebih menyeluruh.
“Makanya itu di lembaga pendidikan yang bermerek, yang branded di luar negeri itu sekarang ini menggunakan konsep boarding,” pungkas Nasaruddin.



