Puncak Haji 2026: PPIH Siapkan Regulasi Ketat dan Skema Murur untuk Cegah Jemaah Telantar

Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan.

0 Shares

MAKKAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bergerak cepat mematangkan skema murur bagi jemaah haji Indonesia. Langkah taktis ini diambil guna mengantisipasi kepadatan ekstrem menjelang puncak prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Melalui skema ini, jemaah yang masuk kategori risiko tinggi (risti), lanjut usia (lansia), penderita komorbid, serta para pendampingnya akan langsung diberangkatkan menuju Mina dari Arafah tanpa harus turun dan bermalam (mabit) di Muzdalifah.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj sekaligus Wakil Penanggung Jawab II PPIH Arab Saudi, Puji Raharjo, menegaskan bahwa kebijakan ini diprioritaskan demi keselamatan dan kesehatan jemaah yang rentan.

“Karena keterbatasan space di Muzdalifah, nanti sebagian jemaah kita yang risiko tinggi, lansia, punya komorbid, dan pendampingnya akan langsung kita bawa ke Mina,” ujar Puji Raharjo saat memberikan keterangan di Makkah.

Mekanisme Skema Murur dan Mabit

Teknisnya, jemaah yang masuk dalam daftar murur akan langsung menaiki bus usai menjalani wukuf di Arafah untuk langsung bertolak ke Mina. Skema ini memangkas waktu tunggu secara signifikan.

- Advertisement -

“Mereka tidak harus turun di Muzdalifah dan tidak harus menunggu tengah malam untuk melewati Muzdalifah,” jelas Puji.

Sementara itu, bagi jemaah haji yang berada dalam kondisi fisik prima dan sehat, regulasi tetap berjalan normal. Mereka akan tetap menjalani prosesi mabit di Muzdalifah dan baru diberangkatkan menuju Mina setelah melewati waktu tengah malam.

Saat ini, PPIH Arab Saudi bersama Satuan Operasi Armuzna tengah melakukan finalisasi SOP, pembagian kelompok jemaah, hingga mekanisme teknis di lapangan. Koordinasi intensif juga terus digenjot dengan melibatkan ketua kloter, pembimbing ibadah, tim medis, hingga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Belajar dari Evaluasi Tahun Lalu

Puji menekankan, kepatuhan jemaah terhadap instruksi petugas menjadi kunci utama kelancaran ibadah haji tahun ini. PPIH berkomitmen penuh agar kendala pada musim haji sebelumnya tidak terulang kembali.

“Kita tidak ingin ada lagi jemaah yang kesiangan keluar dari Muzdalifah atau sampai harus berjalan kaki karena kepadatan,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi tambahan, PPIH akan menerjunkan petugas lebih awal di wilayah Arafah dan Mina. Bahkan, sejumlah petugas berpengalaman sengaja didedikasikan khusus di Mina dan kemungkinan tidak ikut berhaji demi mengutamakan pelayanan total.

“Ada petugas yang memang kita dedikasikan khusus di Mina supaya jemaah tidak tersesat dan bisa terlayani dengan baik,” tambah Puji.

Safari Wukuf Diperketat

Selain skema murur, PPIH juga tetap memfasilitasi layanan safari wukuf bagi jemaah lansia non-mandiri dan disabilitas. Kuota tahun ini ditargetkan berkisar antara 300 hingga 400 orang. Puji menyebut, seluruh calon peserta safari wukuf kali ini telah melewati proses skrining kesehatan yang jauh lebih ketat sejak dari tanah air hingga tiba di Arab Saudi.

Menutup keterangannya, Puji mengimbau dengan sangat agar seluruh jemaah menjaga stamina dan menahan diri dari aktivitas fisik yang menguras energi sebelum puncak haji dimulai.

“Haji itu puncaknya di Arafah. Jangan sampai tenaganya habis sebelum waktunya,” pungkas Puji.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU