Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Masuk 5 Besar Mata Uang Terlemah di Dunia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi mata uang yang paling dominan dan paling banyak diperdagangkan di dunia. Namun, di balik kuatnya posisi dolar AS, sejumlah mata uang dari berbagai negara justru mengalami tekanan hebat.

Dalam daftar terbaru berdasarkan nilai tukar per Mei 2026, beberapa mata uang bahkan membutuhkan puluhan ribu unit hanya untuk mendapatkan 1 dolar AS. Dari laporan Forbes yang dikutip pada Senin, (18/5), data dihimpun dari konverter mata uang berbasis Open Exchange.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah rupiah Indonesia yang masuk lima besar mata uang terlemah terhadap dolar AS.

Rial Iran Mata Uang Paling Lemah

Posisi pertama ditempati rial Iran (IRR). Berdasarkan data nilai tukar, satu rial Iran hanya bernilai sekitar USD0,000001. Artinya, 1 dolar AS setara dengan sekitar 1,3 juta rial Iran.

Tekanan terhadap mata uang Iran dipicu oleh sanksi ekonomi berkepanjangan. Hal itu ditambah konflik geopolitik terbaru yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Iran sendiri merupakan salah satu eksportir minyak dan gas terbesar dunia. Namun, tekanan ekonomi membuat nilai tukarnya terus melemah.

- Advertisement -

Di posisi kedua ada pound Lebanon (LBP). Nilai tukarnya mencapai sekitar 89 ribu pound Lebanon untuk mendapatkan 1 dolar AS.

Dana Asing
Mata uang dolar sebagai ilustrasi dana asing. [Foto : Pexels]
Perekonomian Lebanon selama beberapa tahun terakhir dibayangi inflasi tinggi, pengangguran, krisis perbankan, hingga ketidakstabilan politik yang membuat mata uangnya terus tertekan.

Sementara itu, dong Vietnam (VND) berada di posisi ketiga. Sekitar 26 ribu dong lebih dibutuhkan untuk mendapatkan 1 dolar AS. Pelemahan dong Vietnam dipengaruhi perlambatan ekspor. Lalu, pembatasan perdagangan luar negeri, serta tingginya suku bunga di AS yang memberi tekanan pada negara berkembang.

Lalu, Kip Laos (LAK) menempati posisi keempat dalam daftar mata uang terlemah dunia. Nilai tukarnya mencapai sekitar 21 ribu kip per dolar AS.

Laos disebut menghadapi perlambatan ekonomi, lonjakan utang luar negeri, dan inflasi tinggi yang membebani nilai mata uang nasionalnya.

Kemudian, rupiah Indonesia (IDR) berada di posisi kelima. Satu rupiah bernilai sekitar USD0,000047. Saat ini, satu rupiah makin anjlok dengan menyentuh Rp17.630 per dolar AS.

Indonesia memang menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan dukungan sektor jasa dan kekayaan komoditas. Namun, tingginya inflasi serta kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi disebut jadi faktor yang menekan rupiah dibanding mata uang negara lain.

“Mata uang nasionalnya telah jatuh dibandingkan dengan negara lain karena kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi,” tulis Forbes dikutip pada pada Senin, (18/5/2026).

Selain Indonesia, som Uzbekistan (UZS) dan franc Guinea (GNF) turut masuk daftar mata uang terlemah di dunia. Uzbekistan masih menghadapi tantangan berupa inflasi, pengangguran, dan korupsi meski telah melakukan reformasi ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara Guinea yang kaya sumber daya alam seperti emas dan berlian masih dibayangi instabilitas politik, inflasi tinggi, dan dampak konflik kawasan Afrika Barat.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU