Dua Kabupaten di Provinsi Sultra Terdampak Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir melanda dua kabupaten yang tersebar di Provinsi Sulawesi Tenggara semenjak beberapa hari yang lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, wilayah pertama ada di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara.

“Sebanyak empat desa terdampak kejadian ini, antara lain Desa Wacu Laea di Kecamatan Kulisusu, Desa Lamoahi di Kecamatan Kulisusu Utara, Desa Wantulasi di Kecamatan Wakorumba Utara dan Desa Lapandewa di Kecamatan Kulisusu Barat,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (10/5).

Abdul mengungkapkan bahwa sebanyak 120 unit rumah dan 632 jiwa terdampak serta satu unit jembatan putus akibat banjir.

Kondisi banjir pun menurut Abdul dipastikan telah surut. Tim gabungan juga telah melakukan peninjauan lapangan serta pembersihan rumah warga terdampak.

Banjir dan tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Hujan deras memicu air sungai meluap dan merendam pemukiman warga di empat kecamatan, yakni Kecamatan Latambaga (Kelurahan Sakuli dan Manggolo), Kecamatan Kolaka (Kelurahan Watuliandu), Kecamatan Pomalaa (Desa Totobo dan Pelambua) serta Kecamatan Samaturu (Desa Latuo, Ulu Konaweha, Wawo Tamboli dan Konaweha).

- Advertisement -

“Sedangkan tanah longsor terjadi di Kelurahan Laloeha, Kecamatan Kolaka,” ujarnya.

Setidaknya ada sebanyak 587 unit rumah, 10 unit fasilitas pendidikan, 23 hektare lahan sawah, 10,5 hektare tambak serta delapan hektare kebun terdampak banjir dan satu unit rumah terdampak tanah longsor.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem pada periode 9 sampai 11 Mei 2026, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Merespons hal tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

“Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan serta melakukan pemantauan kondisi cuaca dan wilayah rawan bencana secara berkala,” imbaunya.

Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi, seperti pemeliharaan area drainase, tanggul maupun daerah aliran sungai, dapat dilakukan untuk mencegah maupun meminimalkan risiko serta dampa bencana.

“Masyarakat yang berada di daerah rawan banjir diimbau untuk segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang mulai terbatas. Warga yang tinggal di sekitar lereng tebing maupun bantaran sungai juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor dan luapan air sungai, terutama pada malam hari,” terangnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU