HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga signifikan selama perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 4–8 Mei 2026. Beberapa emiten bahkan membukukan kenaikan di atas 50 persen dan masuk dalam daftar top gainers sepekan.
Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menjadi pencetak penguatan tertinggi selama sepekan. Emiten tersebut melonjak 58,24 persen dari posisi 4.710 pada pekan sebelumnya menjadi 7.500 pada penutupan perdagangan pekan ini.
Kenaikan tajam MORA menjadikannya saham dengan performa terbaik di tengah penguatan pasar saham domestik.
Di posisi kedua top gainers, saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) menguat 57,24 persen dari harga 290 menjadi 456 pada akhir pekan perdagangan.
Sementara itu, PT Hetzer Medical Indonesia (MEDS) turut mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan 51,95 persen dari level 77 menjadi 117 sepanjang pekan.
Lonjakan saham sektor manufaktur dan kesehatan ini menunjukkan tingginya minat investor terhadap saham berkapitalisasi kecil hingga menengah.
Selain tiga saham teratas, PT Equity Development Investment (GMSF) juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 41 persen dari level 100 menjadi 141.
Adapun saham PT Asuransi Bina Dana Arta (ABDA) menguat 39,15 persen dari harga 2.580 pada pekan lalu menjadi 3.590 pada pekan ini.
Kenaikan ini memperlihatkan pergerakan sektor jasa keuangan yang turut memberikan kontribusi pada dinamika pasar.
Sejumlah emiten lain juga masuk dalam jajaran saham dengan penguatan tertinggi selama sepekan, antara lain:
- NIKL menguat 32,23 persen ke level 400
- CTTH naik 32,89 persen ke level 202
- KAEF menguat 32,85 persen ke level 653
- IRRA naik 32,12 persen ke level 510
Kinerja saham-saham tersebut menunjukkan pergerakan pasar yang cenderung selektif, dengan penguatan terkonsentrasi pada saham tertentu.
Meski banyak saham mencatatkan lonjakan harga, pergerakan pasar secara keseluruhan masih variatif. Bursa mencatat 197 saham naik lebih dari 2 persen dan 112 saham menguat di kisaran 0–2 persen.
Di sisi lain, sebanyak 341 saham terkoreksi lebih dari 2 persen dan 141 saham melemah di rentang 0–2 persen.
Lonjakan sejumlah saham top gainers sepanjang pekan mencerminkan strategi investor yang semakin fokus pada saham bermomentum tinggi. Pergerakan saham lapis dua dan tiga pun masih menjadi perhatian pelaku pasar di tengah penguatan tipis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Tren ini diperkirakan masih berlanjut seiring investor mencermati peluang jangka pendek di pasar saham Indonesia.


