HOLOPIS.COM, JAKARTA — IHSG tercatat berada di zona merah pada penutupan perdagangan pekan ini, Jumat (8/5/2026). Indeks saham acuan Tanah Air itu parkir di level 6.969 setelah diterpa derasnya aksi jual investor domestik yang tercatat mencapai Rp12,27 triliun sepanjang pekan ini.
Tekanan jual tersebut membuat pergerakan IHSG cenderung fluktuatif. Sepanjang pekan, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.207 sebelum akhirnya terkoreksi hingga level terendah 6.921.
Meski ditutup melemah di akhir pekan, secara mingguan IHSG sebenarnya masih mencatatkan penguatan tipis 0,18 persen dibanding posisi pekan sebelumnya di level 6.966. Namun derasnya arus keluar modal domestik menjadi sinyal kuat bahwa pelaku pasar masih diliputi sentimen hati-hati.
Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas transaksi justru meningkat cukup signifikan dibanding pekan lalu. Total volume transaksi mencapai 229,2 miliar lembar saham dengan nilai transaksi menembus Rp115 triliun.
Rata-rata transaksi harian tercatat sekitar 45,85 miliar lembar saham atau naik 23,57 persen dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14 persen menjadi Rp23,05 triliun.
Namun lonjakan aktivitas perdagangan itu lebih banyak dipicu aksi distribusi atau penjualan saham oleh investor domestik. Sepanjang pekan, investor domestik tercatat melakukan pembelian sebesar Rp69,67 triliun, tetapi aksi jual mereka jauh lebih besar yakni mencapai Rp81,94 triliun.
Di sisi lain, investor asing justru terlihat agresif masuk ke pasar saham Indonesia. Investor asing membukukan aksi beli Rp45,59 triliun dan aksi jual Rp33,33 triliun, sehingga tercatat net buy sebesar Rp12,26 triliun.
Meski demikian, derasnya aliran dana asing tersebut belum cukup kuat menopang IHSG agar bertahan di zona hijau pada akhir perdagangan pekan ini. Kondisi ini memperlihatkan tekanan jual domestik masih menjadi faktor dominan penggerak pasar.
Sejumlah saham tercatat menjadi pusat perhatian investor selama sepekan. Aktivitas transaksi ramai terlihat pada saham Barito Pacific (BRPT), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bumi Resources (BUMI), GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), hingga Bank Central Asia (BBCA).
Sementara berdasarkan nilai transaksi terbesar, saham-saham yang paling aktif diperdagangkan antara lain Mitra Adiperkasa (MAPI), BBCA, Bank Mandiri (BMRI), BRPT, BBRI, PTRO, PNGO, BUMI, GOTO, serta INKP.


