Pulau Lancang Kepulauan Seribu Diserbu Sampah Laut, Petugas Angkut 4,6 Ton Sekaligus

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gelombang sampah kiriman kembali menghantam wilayah Kepulauan Seribu. Kali ini, ribuan kilogram sampah menumpuk di Dermaga Barat Pulau Lancang, Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan.

Petugas dari Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu bergerak cepat membersihkan area pesisir dan berhasil mengangkut total 4.650 kilogram atau 4,6 ton sampah yang terbawa arus laut. Sampah kiriman itu berada di Dermaga Barat Pulau Lancang.

Sekretaris Kelurahan Pulau Pari, Moh. Zaidan Waliulu, menjelaskan sampah yang menumpuk terdiri dari batang pohon, bambu, hingga plastik kemasan. Sampah itu hanyut dari laut menuju pesisir Pulau Lancang akibat dorongan angin dan arus.

Seluruh sampah kemudian diangkut menggunakan gerobak motor menuju tempat penampungan sementara untuk dilakukan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

Zaidan mengatakan sampah itu bukan berasal dari aktivitas warga maupun wisatawan di Pulau Lancang. Tapi, sampah kiriman berton-ton itu hanyut di tengah laut terbawa angin yang mengarah ke pesisir Pulau Lancang.

Ia mengungkapkan kondisi tersebut kerap membuat petugas kebersihan kewalahan karena volume sampah datang secara mendadak dan dalam jumlah besar.

- Advertisement -

“Kondisi ini membuat petugas kebersihan dari Sudin LH sering kali kewalahan, karena volume sampah datang secara masif dalam waktu singkat,” kata Zaidan, dikutip dari laman resmi Pemkab Kepulauan Seribu, Jumat, (8/5/2026).

Zaidan menilai penanganan sampah kiriman tidak bisa hanya dibebankan kepada wilayah pesisir. Ia menekankan perlunya kerja sama konkret antar daerah, terutama antara wilayah hulu dan hilir.

Menurutnya, daerah di bagian hulu harus bertanggung jawab mencegah sampah masuk ke aliran sungai sebelum akhirnya terbawa hingga ke laut.

Ia juga menilai pemasangan barrier atau penyekat sampah di titik-titik strategis sungai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi sampah kiriman ke laut.

“Pemasangan barrier atau penyekat sampah di titik-titik strategis sungai sebelum sampah tersebut mencapai laut bisa menjadi solusi,” lanjut Zaidan.

Namun, langkah tersebut dinilai harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas terhadap masyarakat maupun pelaku industri yang masih membuang sampah sembarangan ke sungai.

Selain fokus pada pembersihan, pemerintah setempat juga berharap sampah yang berhasil dikumpulkan tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Zaidan mengatakan sampah yang masih memiliki nilai guna sebaiknya dipilah dan diolah kembali menjadi energi alternatif atau bahan bangunan agar tidak menambah beban lingkungan.

“Sampah kiriman yang terkumpul diharapkan tidak hanya berakhir di TPA, tetapi dipilah untuk didaur ulang menjadi energi atau bahan bangunan,” ujar Zaidan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU