Zero Post Jadi Tren Baru, Gen Z Makin Malas Posting Kehidupan Pribadi

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Fenomena zero post makin ramai di kalangan Gen Z. Anak muda kini memilih jadi penonton medsos demi privasi dan kesehatan mental.

Tren baru tengah muncul di kalangan Generasi Z.

Jika dulu media sosial dipenuhi unggahan foto makanan, liburan, hingga aktivitas harian, kini banyak anak muda justru memilih “menghilang” dari linimasa.

Fenomena ini dikenal dengan istilah zero post, yakni kondisi ketika pengguna media sosial tetap aktif membuka aplikasi, namun jarang bahkan hampir tidak pernah mengunggah kehidupan pribadi mereka.

Meski akun Instagram, TikTok, atau X masih aktif, banyak Gen Z kini lebih nyaman menjadi penonton dibanding kreator konten.

Mereka tetap scrolling, menonton video, hingga mengikuti tren viral, tetapi memilih tidak banyak membagikan aktivitas pribadi.

- Advertisement -

Tren ini ramai diperbincangkan karena dianggap sebagai bentuk baru cara anak muda menjaga privasi sekaligus menghindari tekanan sosial di era digital.

Menurut laporan yang dikutip Financial Times bersama perusahaan riset digital GWI, waktu penggunaan media sosial global mulai menurun sejak mencapai puncaknya pada 2022.

Studi tersebut menganalisis kebiasaan online 250 ribu pengguna di lebih dari 50 negara.

Hasilnya, rata-rata waktu penggunaan media sosial turun hampir 10 persen pada akhir 2024, terutama di kalangan remaja dan usia 20-an.

Fenomena ini memperlihatkan adanya perubahan besar dalam cara anak muda menggunakan media sosial.

Jika dulu platform digital dipakai untuk berbagi cerita sehari-hari secara spontan, kini media sosial dianggap terlalu penuh tekanan, terlalu ramai, dan dipenuhi konten komersial.

Penulis The New Yorker, Kyle Chayka, bahkan menyebut fenomena ini sebagai “posting zero”, yaitu kondisi ketika pengguna biasa mulai berhenti membagikan kehidupan pribadi karena lelah dengan kebisingan dan eksposur berlebihan di internet.

Bagi banyak anak muda, media sosial kini terasa seperti panggung yang menuntut kesempurnaan.

Tekanan untuk terlihat bahagia, produktif, dan menarik membuat aktivitas posting justru melelahkan secara mental.

Selain faktor tekanan sosial, kekhawatiran soal jejak digital juga menjadi alasan utama Gen Z mulai mengurangi unggahan pribadi.

“Sekarang perusahaan juga lihat media sosial. Jadi lebih hati-hati posting,” ujar Fia, pengguna media sosial lainnya.

Fenomena zero post juga dikaitkan dengan meningkatnya kesadaran soal kesehatan mental dan privasi digital.

Banyak anak muda merasa lebih tenang ketika tidak harus terus-menerus memikirkan jumlah likes, komentar, atau penilaian orang lain terhadap hidup mereka.

Laporan riset GWI juga menunjukkan adanya perubahan motivasi pengguna media sosial.

Jika dulu orang menggunakan media sosial untuk berinteraksi dan mengekspresikan diri, kini banyak pengguna hanya membuka aplikasi secara refleks untuk mengisi waktu luang.

Di sisi lain, linimasa media sosial saat ini dinilai makin dipenuhi iklan, konten promosi, hingga video berbasis algoritma yang terasa repetitif.

Kondisi tersebut membuat pengalaman bermain media sosial terasa semakin “bising”.

Istilah ini bahkan dikaitkan dengan konsep enshittification, yakni kondisi ketika platform digital perlahan memburuk karena lebih mengutamakan monetisasi dibanding kenyamanan pengguna.

Meski begitu, tren zero post bukan berarti anak muda sepenuhnya meninggalkan media sosial.

Mereka tetap aktif mengonsumsi konten, hanya saja memilih lebih selektif dalam membagikan kehidupan pribadi.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan budaya digital baru: eksis tanpa harus terlihat.

Bagi sebagian Gen Z, tidak posting bukan berarti tidak aktif.

Justru, menjaga batas antara kehidupan pribadi dan ruang publik kini dianggap lebih penting dibanding sekadar tampil di media sosial.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU