HOLOPIS.COM, JAKARTA – Emiten yang tergabung dalam Pertamina Group dinilai mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang kuartal pertama 2026. Kombinasi gejolak global dan domestik memang sempat menekan sentimen investor, namun sektor energi kembali menunjukkan karakter defensifnya.
VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menegaskan bahwa fundamental bisnis perusahaan tetap kuat di tengah volatilitas pasar.
“Emiten Pertamina Group tetap menunjukkan kekuatan bisnis yang resilien, dengan kinerja operasional yang solid serta peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Baron, dalam keterangan resminya, Minggu, (3/5/2026).
Menurut Baron, ketidakpastian geopolitik global memicu repricing risiko Indonesia yang berdampak pada persepsi investor. Namun, kondisi ini tidak secara langsung mencerminkan kinerja internal perusahaan.
Kata dia, justru konsistensi operasional menjadi faktor utama yang menjaga performa emiten tetap stabil.
Sejumlah entitas seperti Pertamina Gas Negara (PGAS), Elnusa (ELSA), Pertamina Geothermal Energy (PGEO), dan Tugu Insurance (TUGU) tercatat menunjukkan ketahanan relatif dibanding pergerakan indeks pasar secara umum. Kondisi itu mencerminkan kekuatan fundamental yang tetap terjaga meski tekanan eksternal meningkat.
Meski demikian, Baron mengakui bahwa pergerakan saham tetap dipengaruhi sentimen makro dan risiko kedaulatan Indonesia, bukan semata faktor internal perusahaan. Karena itu, komunikasi kepada investor menjadi kunci penting.
Baron bilang pihaknya terus perkuat komunikasi strategis kepada investor.
“Menegaskan value creation jangka panjang, serta memastikan bahwa pasar memahami kekuatan fundamental dan strategi pertumbuhan Pertamina Group di tengah volatilitas global,” jelas Baron.
Pertamina juga melihat kondisi pasar saat ini sebagai peluang untuk memperluas basis investor. Selain itu, meningkatkan kualitas hubungan dengan analis dan pelaku pasar. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat posisi emiten sebagai tulang punggung sektor energi nasional.
“Sebagai pemimpin energi nasional, Pertamina tidak hanya fokus menjaga kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kepercayaan investor tetap terjaga melalui narasi korporasi yang kuat, transparansi, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Di tengah dinamika global, Pertamina menjalankan strategi ‘dual growth’ dengan menjaga stabilitas bisnis inti sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon. Pendekatan ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi perekonomian nasional.


