HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah resmi mengambil langkah tegas untuk meningkatkan keselamatan transportasi kereta api. Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan evaluasi total terhadap perlintasan sebidang, terutama di wilayah padat seperti Bekasi.
Langkah ini muncul setelah kecelakaan kereta yang terjadi di sekitar Stasiun Bekasi Timur, yang kembali menyoroti tingginya risiko di perlintasan tanpa penjagaan memadai.
Prabowo menyebutkan bahwa terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang menjadi perhatian serius pemerintah.
“Secara garis besar, memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga. Di Jawa ada 1.800 titik yang juga lintasan seperti ini. Ini dari zaman Belanda, sudah berapa puluh tahun. Kita akan selesaikan semua itu. Saya sudah perintahkan segera kita akan perbaiki semua lintasan tersebut,” ujar Prabowo pada Selasa (28/4/2026).
Tak hanya itu, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti flyover di titik-titik rawan, khususnya di Bekasi. Pembangunan ini dinilai mendesak untuk mengurangi potensi kecelakaan di masa depan.
“Kita segera akan atasi, Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover. Saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh Bantuan Presiden,” ucap Prabowo.
Proyek pembenahan ini diperkirakan menelan anggaran hampir Rp4 triliun. Pemerintah akan segera menunjuk pihak pelaksana untuk mempercepat realisasi di lapangan.
“Nanti pelaksananya (pembangunan) kita tunjuk. Kita perhitungkan (anggaran) sekitar hampir Rp 4 triliun,” ujarnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Prabowo juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada para korban kecelakaan serta keluarga yang terdampak.
“Tentunya kita semua prihatin dengan kecelakaan yang telah terjadi. Atas nama pribadi dan atas nama pemerintah, saya ucapkan belasungkawa atas kejadian yang telah terjadi,” tutupnya.
Langkah ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan keselamatan masyarakat di perlintasan kereta api di seluruh Indonesia.


