Holopis.com, Jakarta – Motor listrik Emmo yang dipakai program MBG jadi sorotan, Ridwan Hanif mengaku tak pernah melihatnya di GIIAS maupun ajang otomotif lain.
Nama motor listrik Emmo mendadak menjadi perbincangan publik setelah disebut-sebut digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kendaraan operasional kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Namun, di tengah viralnya kabar tersebut, muncul sorotan dari kalangan pengamat otomotif terkait minimnya informasi resmi mengenai produk tersebut.
Pengamat otomotif, Ridwan Hanif Rahmadi menyampaikan keraguannya terhadap eksistensi motor listrik Emmo di industri otomotif Indonesia.
Ia mengaku tidak pernah mendengar atau menemukan jejak keberadaan merek tersebut sebelum isu ini ramai diperbincangkan di media sosial.
“Saya nggak pernah tahu ada motor listrik merk Emmo. Sepertinya juga nggak pernah ikut pameran seperti GIIAS, IIMS, atau Jakarta Fair,” ujar Ridwan melalui unggahan media sosialnya.
Menurut Ridwan, dalam industri otomotif, terutama untuk kendaraan baru, pameran besar seperti GIIAS dan IIMS biasanya menjadi panggung utama untuk memperkenalkan produk kepada publik, media, dan calon konsumen.
Selain itu, peluncuran resmi biasanya disertai konferensi pers, sesi test ride, hingga publikasi review dari media otomotif.
Namun, ia menilai hal tersebut tidak terlihat pada Emmo.
Bahkan, ia mengaku telah melakukan penelusuran bersama sejumlah jurnalis otomotif aktif di Indonesia, tetapi tidak menemukan adanya undangan media, press release, maupun kegiatan peluncuran resmi dari pihak Emmo.
“Saya sudah cek ke teman-teman jurnalis otomotif, tidak ada yang pernah dapat undangan atau press conference, apalagi test ride motor ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ridwan juga menyebut hingga saat ini tidak ditemukan konten uji coba atau ulasan independen dari media otomotif terkait motor listrik Emmo, baik di platform YouTube maupun media sosial seperti Instagram.
Informasi yang beredar justru baru muncul setelah isu ini viral dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan penelusuran terbatas, Ridwan mengungkap informasi mengenai Emmo hanya ditemukan di situs resmi dan akun media sosial perusahaan tersebut.
Dari sumber itu diketahui terdapat dua varian motor listrik yang diklaim memiliki jarak tempuh sekitar 70 kilometer, dengan harga berkisar antara Rp48 juta hingga Rp56 juta.
Meski demikian, ia menilai spesifikasi tersebut masih belum cukup untuk bersaing di pasar motor listrik Indonesia yang kini semakin kompetitif.
Saat ini, banyak produsen lain menawarkan motor listrik dengan harga lebih terjangkau, fitur lebih lengkap, serta sudah memiliki rekam jejak penggunaan di berbagai sektor.
“Kalau boleh dibandingkan, sekarang saya justru lebih paham soal kuda daripada motor listrik Emmo,” ujarnya menyindir.
Pernyataan Ridwan ini pun semakin memperkuat sorotan publik terkait transparansi dan kejelasan informasi produk Emmo yang tiba-tiba mencuat dalam program pemerintah.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi lebih lanjut dari pihak terkait mengenai spesifikasi detail maupun validasi penggunaan motor listrik tersebut dalam program MBG.

