HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pertarungan klasik antara AC Milan dan Juventus berakhir tanpa pemenang. Bermain di Stadion San Siro pada Senin dini hari WIB, kedua tim harus puas berbagi poin setelah laga berakhir 0-0.
Hasil itu seperti menyisakan lebih banyak frustrasi ketimbang kepuasan, terutama bagi tim tamu. Secara statistik, Juventus tampil lebih dominan. Mengutip Football Italia, Bianconeri menguasai 54 persen bola, unggul atas Milan yang hanya mencatatkan 46 persen.
Tak hanya itu, Juventus juga lebih agresif dalam menyerang dengan 10 percobaan tembakan, lima di antaranya mengarah tepat ke gawang.
Sebaliknya, Milan tampak kesulitan menembus pertahanan lawan, hanya mampu mencatatkan lima percobaan dengan satu tembakan tepat sasaran.
Meski kedua tim bermain terbuka, efektivitas menjadi masalah utama. Ruang sempit dan keputusan akhir yang buruk membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Salah satu momen krusial datang dari Youssouf Fofana. Gelandang Milan itu sempat memiliki opsi mengoper ke Alexis Saelemaekers atau Christian Pulisic, namun memilih mengeksekusi sendiri yang akhirnya berujung sia-sia.
Milan sendiri nyaris mencuri keunggulan jelang turun minum lewat sepakan keras Adrien Rabiot. Namun, kiper Juventus Michele Di Gregorio tampil sigap dan menggagalkan peluang emas tersebut.
Juventus sebenarnya sempat mencetak gol melalui Khéphren Thuram. Namun, gol tersebut dianulir karena posisi offside, menambah daftar frustrasi tim tamu.
Di sisi lain, penjaga gawang Milan Mike Maignan tampil gemilang. Ia melakukan penyelamatan penting dari tembakan keras Francisco Conceição yang mengarah ke sudut atas gawang.
Pada babak kedua, Milan hampir memecah kebuntuan saat sepakan Saelemaekers membentur tiang gawang—momen yang menjadi peluang terbaik Rossoneri sepanjang laga.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui timnya tidak tampil optimal sejak awal pertandingan.
“Kami mencoba mengambil inisiatif, agak terlalu lambat dan mudah ditebak di babak pertama, kami tidak pernah berhasil melewati pemain mereka, jadi mereka selalu berada di posisi yang tepat,” kata Spalletti kepada DAZN Italia dikutip dari Football Italia, Senin, (27/4/2026).
Hasil imbang ini membuat Milan yang berada di posisi ketiga semakin dekat dengan tiket Liga Champions, dengan empat laga tersisa.
Sementara itu, Juventus yang berada di posisi keempat dengan selisih tiga poin harus lebih waspada, karena persaingan menuju zona elite Eropa semakin ketat di penghujung musim.

