Gedung Baru AMANAH: Menenun Masa Depan Kreatif dari Tanah Rencong

0 Shares

HOLOPIS.COM, ACEH BESAR – Di jantung Aceh Besar, sebuah narasi besar tentang kebangkitan ekonomi baru sedang dirajut. Gedung AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat) tidak lagi sekadar berdiri sebagai beton dan kaca, melainkan bertransformasi menjadi episentrum harapan bagi produk lokal Aceh untuk mengguncang panggung dunia.

Prosesi relaunching yang digelar pada Kamis (23/4) ini menandai babak baru bagi ekosistem ekonomi kreatif Aceh. AMANAH kini diposisikan sebagai “generator” yang akan memacu energi kreatif para pemuda di Tanah Rencong agar lebih berdaya saing global.

- Advertisement -

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang turun langsung meninjau tiap sudut gedung, menegaskan bahwa langkah ini adalah pengejawantahan dari visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Fokusnya jelas: hilirisasi industri kreatif untuk menciptakan nilai ekonomi yang nyata.

Bukan sekadar ruang kosong, AMANAH Creative Hub kini menjelma menjadi rumah bagi ide-ide liar di sektor fesyen, kriya, hingga kuliner. Bahkan, tersedia laboratorium canggih untuk mengolah nilam dan atsiri—emas hijau Aceh—menjadi parfum kelas dunia.

- Advertisement -

“Kementerian Ekraf siap pasang badan untuk mengaktivasi creative hub ini. Kami akan bantu kurasi tenant, lindungi kekayaan intelektual (IP), hingga membuka keran pendanaan,” tegas Menteri Riefky di sela-sela peninjauannya.

Ambisi besarnya adalah membawa jenama asli Aceh tidak hanya sekadar jago kandang, tetapi mampu melakukan scale up hingga menyandang status national champion yang disegani di pasar internasional.

Menariknya, denyut nadi industri ini digerakkan oleh jemari anak muda. Berdasarkan data nasional, sektor ekraf kini menyerap 27,4 juta tenaga kerja, di mana separuhnya adalah pasukan milenial dan Gen Z yang melek teknologi.

Generasi ini dianggap memiliki “DNA” adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman. Di tangan merekalah, AMANAH diharapkan bisa menjadi laboratorium inovasi yang tidak pernah tidur untuk melahirkan karya-karya revolusioner.

Ketua Yayasan AMANAH, Saifullah Muhammad, mengingatkan bahwa kemandirian ekonomi bukan hanya soal setumpuk modal. Baginya, mentalitas dan manajemen yang kuat adalah fondasi yang jauh lebih krusial untuk membangun gerakan ini.

“Ekonomi kreatif itu bukan cuma soal uang, tapi soal kemauan dan kolaborasi. Kita punya potensi raksasa di Aceh yang harus dijaga oleh anak muda sendiri agar tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” ujar Saifullah.

Dukungan serupa datang dari Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Ia melihat kolaborasi hexahelix ini sebagai jembatan kemakmuran yang akan menghubungkan pemerintah, akademisi, hingga lembaga keuangan dalam satu visi yang sama.

“Ini hari bersejarah di mana kita menyatukan kekuatan. Sudah saatnya kita bahu-membahu agar putra-putri Aceh lebih kreatif, lebih maju, dan membawa Aceh menuju pintu kemakmuran yang baru,” tutup pria yang akrab disapa Mualem tersebut.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru