Revitalisasi Keraton: Menghidupkan Kembali Sains dan Teknologi Leluhur di Era Modern

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gedung Antara, Jakarta, mendadak riuh oleh kehadiran para raja, sultan, hingga budayawan yang berkumpul dengan satu misi besar. Mereka datang untuk membangkitkan kembali kejayaan masa lalu demi masa depan ekonomi bangsa yang lebih cerah.

Dalam perhelatan Seminar Nasional ‘Grand Design Revitalisasi Keraton Nusantara’ tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya hadir memberikan arahan strategis. Ia menegaskan bahwa keraton bukan sekadar artefak sejarah yang bisu dan kaku.

Menurut Menteri Riefky, keraton sebenarnya merupakan rahim dari nilai ekonomi baru yang sangat potensial. Kekuatan budaya yang tersimpan di dalamnya diyakini mampu bersaing secara kompetitif di panggung global yang semakin dinamis.

Menteri Riefky kemudian membedah kesuksesan negara-negara maju dalam memanfaatkan identitas mereka. Ia mencontohkan bagaimana Amerika Serikat dengan Hollywood dan Jepang dengan industri animenya berhasil mendominasi dunia.

Tak ketinggalan, fenomena Korea Selatan dengan K-pop serta India melalui Bollywood juga turut dibahas sebagai bukti nyata kekuatan budaya. Semuanya berhasil mengkapitalisasi identitas nasional menjadi kekuatan ekonomi raksasa yang membuka jutaan lapangan kerja.

Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki modal yang jauh lebih melimpah dibandingkan negara-negara tersebut. Kekayaan itu tersimpan rapi di balik tembok-tembok keraton Nusantara yang siap diolah menjadi ekosistem kreatif yang serupa.

- Advertisement -

“Secara umum, negara-negara dengan industri kreatif maju adalah negara yang memiliki akar budaya kuat. Indonesia memiliki peluang besar untuk mengkapitalisasi budaya menjadi kekuatan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan,” ungkap Menteri Riefky pada Jumat, 24 April 2026.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kekayaan narasi dari setiap daerah di Nusantara adalah sumber bahan baku yang tidak akan pernah habis. Setiap jengkal tanah di Indonesia memiliki cerita unik yang orisinal dan tidak dimiliki bangsa lain.

Cerita sejarah dan legenda lokal yang tersimpan di keraton-keraton tersebut dapat dikonversi menjadi produk digital modern. Inovasi ini sangat penting agar nilai-nilai luhur tetap relevan dan menarik bagi minat generasi muda masa kini.

“Dari cerita sejarah bisa lahir komik, film, animasi, hingga gim. Kami siap berkolaborasi dengan FSKN untuk memperkuat pelestarian budaya yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif,” tegas Menteri Riefky dalam pidatonya.

Visi besar ini didukung penuh oleh Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Yusmen. Ia memandang masa depan ekonomi kreatif harus berpijak pada integrasi antara sains, teknologi canggih, dan kearifan lokal yang mendalam.

Dedi menekankan bahwa keraton menyimpan banyak rahasia pengetahuan dan teknologi asli Nusantara yang belum sepenuhnya tergali. Inilah yang kemudian akan dipamerkan melalui karya lukisan ASPEN sebagai simbol optimisme ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU