HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kabar membanggakan datang dari Nusa Tenggara Barat. Geopark Rinjani-Lombok kembali mempertahankan status sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark dengan meraih Green Card untuk kedua kalinya dalam revalidasi internasional di Paris, Prancis, 28 April 2026.
General Manager Geopark Rinjani, Qwadru Putro Wicaksono, menegaskan bahwa mempertahankan status ini jauh lebih menantang dibanding meraihnya pertama kali.
“Kartu hijau kedua itu adalah pengakuan dunia atas kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan di Nusa Tenggara Barat,” ujarnya dalam keterangan pada Selasa (28/4/2026).
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan kawasan tetap memenuhi standar global, mulai dari konservasi alam, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Proses revalidasi dilakukan secara menyeluruh oleh tim asesor UNESCO. Penilaian tidak hanya fokus pada keindahan alam, tetapi juga dampak nyata bagi masyarakat sekitar Gunung Rinjani.
Selama empat tahun terakhir, pengelola mencatat berbagai inovasi, seperti memasukkan materi geopark ke dalam kurikulum sekolah serta meningkatkan literasi geologi di masyarakat.
Salah satu poin penting yang mendapat apresiasi adalah upaya mitigasi bencana. Lombok dikenal sebagai wilayah rawan gempa, sehingga edukasi kebencanaan menjadi prioritas utama.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan keselamatan wisatawan sekaligus warga lokal, sehingga menjadi nilai tambah dalam penilaian global.
Dalam seremoni di Paris, Duta Besar RI untuk Prancis, Mohamad Oemar, menyebut Rinjani sebagai aset penting dunia.
Ia menegaskan bahwa kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga laboratorium alam yang memiliki nilai ilmiah tinggi.
Ke depan, pemerintah Indonesia berkomitmen terus mempromosikan geopark lainnya agar bisa mengikuti jejak sukses Rinjani-Lombok di panggung internasional.
Status Green Card ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, dampaknya juga terasa pada pertumbuhan UMKM dan ekonomi masyarakat sekitar.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelestarian alam bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

