Dari Legenda Eropa ke Selecao, Ancelotti Bawa Harapan Baru Timnas Brasil

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nama Carlo Ancelotti bukan sekadar legenda di level klub Eropa. Pelatih asal Italia itu kini jadi simbol ambisi baru Timnas Brasil untuk kembali berjaya di panggung dunia.

Penunjukannya pada 2025 menandai momen bersejarah—ia menjadi pelatih asing pertama Brasil dalam hampir satu abad.

- Advertisement -

Mengutip dari laporan ESPN, keputusan Federasi Sepak Bola Brasil untuk memperpanjang kontrak Carlo Ancelotti hingga Piala Dunia 2030 menegaskan satu hal. Selecao tak lagi mencari solusi instan, melainkan membangun proyek jangka panjang demi mengembalikan kejayaan sepak bola mereka.

Meski kontrak diperpanjang, tak ada kenaikan gaji dalam kesepakatan baru tersebut. Ancelotti tetap menjadi pelatih tim nasional dengan bayaran tertinggi di dunia. Dengan penghasilan sekitar €10 juta atau sekitar Rp170 miliar per tahun.

- Advertisement -

“Namun, penyesuaian diberikan kepada staf kepelatihannya sebagai bagian dari penguatan tim pendukung,” demikian laporan ESPN dikutip pada Kamis, (23/4/2026).

Selain itu, kontrak Anceloti juga dilengkapi bonus besar hingga €5 juta atau Rp85 miliar jika membawa Brasil juara Piala Dunia 2026.

Dengan usia 66 tahun, Ancelotti tak hanya membawa pengalaman, tetapi juga target ambisius. Eks pelatih Real Madrid itu ingin menghadirkan gelar Piala Dunia keenam bagi Brasil pada 2026.

Sejak terakhir kali juara pada 2002, performa Tim Samba cenderung fluktuatif. Pun, pencapaian terbaik hanya finis di posisi keempat pada 2014 saat menjadi tuan rumah.

Raja Liga Champions

Ancelotti dikenal sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola. Ia menorehkan prestasi luar biasa bersama klub-klub elite seperti AC Milan, Chelsea, Bayern Munchen, hingga Real Madrid.

Ancelotti adalah manajer paling sukses dalam sejarah Liga Champions UEFA. Carletto sudah memenangkan trofi sebanyak tujuh kali.

Dia juga yang pertama dan satu-satunya yang mengelola tim di delapan final Liga Champions UEFA.

Dengan gaya kepemimpinan yang tenang dan fleksibel, ia kerap disebut sebagai ‘manajer’ pemain terbaik. Ia mampu mengelola ego bintang besar tanpa konflik.

Namun, tantangan di Brasil berbeda. Ia tak lagi bekerja dengan skuad harian seperti di klub. Tapi, ia harus membangun tim nasional dengan waktu terbatas menjelang Piala Dunia 2026.

Brasil bukan tim biasa. Dengan lima gelar Piala Dunia, ekspektasi publik selalu berada di level tertinggi. Namun dalam beberapa tahun terakhir, performa mereka dianggap menurun.

Penunjukan Ancelotti dipandang sebagai langkah strategis untuk mengakhiri krisis tersebut. Presiden federasi bahkan menyebut kehadiran pelatih asal Italia itu sebagai sinyal kuat bahwa Brasil ingin kembali ke puncak sepak bola dunia.

Ancelotti sendiri menyadari besarnya tanggung jawab ini. Ia mulai melakukan penyesuaian taktik, termasuk perkuat lini pertahanan sambil tetap menjaga identitas menyerang khas Brasil.

Berbeda dengan pelatih yang mengandalkan disiplin keras, Ancelotti dikenal dengan pendekatan humanis. Ia memberi kebebasan kepada pemain, namun tetap menjaga struktur tim.

Ciri khas Don Carlo yakni fleksibel secara taktik, mengutamakan keseimbangan tim,
mampu mengoptimalkan pemain bintang.

Pendekatan Anceloti diharapkan bisa menyatukan generasi baru Brasil dengan tradisi sepak bola menyerang yang sudah melekat.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru