HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menyoroti kondisi politik di Indonesia yang saat ini makin mengalami kemunduran.
Dalam salah satu pidatonya di Universitas Bhayangkara Surabaya, Jawa Timur, Surya Paloh yang sempat tersandung dalam kasus kredit macet Bank Mandiri terhadap PT Cipta Graha Nusantara (CGN) itu menganggap para politisi miskin pemikiran yang substansi.
“Yang kita lihat hari ini bukan kekayaan pikiran, tetapi kemiskinan nalar yang dipertontonkan. Ruang publik kian bising oleh opini tanpa dasar, perdebatan tanpa arah dan kegaduhan yang miskin substansi,” kata Surya Paloh dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (22/4).
Selain itu, publik menurutnya juga cenderung bergeser dari adu gagasan menjadi sekadar pertunjukan sensasi.
“Perdebatan berlangsung dangkal dan menjauh dari isu-isu strategis yang seharusnya menjadi fokus bersama,” ujarnya.
Selain itu, Surya Paloh juga menyoroti melemahnya kohesi sosial di tengah masyarakat seperti menurunnya tingkat kepercayaan antarwarga dan digantikan oleh sikap individualisme serta orientasi material yang kian menguat.
Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai dasar seperti kejujuran, keadilan, dan kebenaran, menurutnya, kerap mengalami penyederhanaan hingga kehilangan makna substansial.
Surya Paloh menilai persoalan yang dihadapi bangsa tidak semata terletak pada kelemahan institusi, melainkan berakar pada krisis karakter.
Ia mengkritik kecenderungan publik yang lebih sering mencari pihak yang disalahkan tanpa diimbangi refleksi diri.
“Bangsa ini gemar mencari kambing hitam, tetapi miskin keberanian untuk mengoreksi diri,” tegasnya.


