HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cremonese masih bisa menahan napas di tengah ancaman degradasi yang semakin nyata di Serie A musim 2025/26. Cremonese bisa menahan imbang Torino dengan skor 0-0.
Bermain di Stadio Giovanni Zini, kedua tim harus puas berbagi angka setelah laga berakhir kacamata. Namun di balik skor kacamata itu, satu nama mencuri perhatian yaitu kiper Timnas Indonesia Emil Audero.
Portiere berusia 29 tahun itu tampil solid sepanjang laga dan kembali mencatatkan clean sheet. Pencapaian clean sheet itu merupakan yang kesembilan musim ini.
Penampilan gemilangnya bukan sekadar statistik, melainkan penyelamatan krusial yang menjaga asa timnya tetap hidup.
Di menit akhir laga, tepatnya 90+4, Audero melakukan aksi refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang emas penyerang Torino asal Kroasia Sandro Kulenovic. Momen itu menjadi penegas perannya sebagai benteng terakhir Cremonese.
Dominan Tanpa Hasil
Sejak awal pertandingan, Cremonese sebenarnya tampil lebih agresif. Mereka berusaha mengambil kendali permainan dan menekan lini pertahanan Torino.
Namun, solidnya barisan belakang tim tamu membuat peluang bersih sulit tercipta. Peluang terbaik di babak pertama datang dari Federico Bonazzoli pada menit ke-42. Sayangnya, sepakan jarak jauhnya masih melambung.
Upaya lanjutan yang ia ciptakan juga belum mampu menaklukkan kiper Torino, Alberto Paleari.
Memasuki babak kedua, intensitas serangan Cremonese meningkat. Mereka bahkan sempat mencetak gol lewat Federico Baschirotto pada menit ke-61. Namun harapan itu pupus setelah VAR menganulir gol akibat pelanggaran dalam prosesnya.
Di sisi lain, Torino bukan tanpa ancaman. Marcus Pedersen sempat mendapatkan peluang, tetapi penyelesaiannya masih belum menemui sasaran.
Tambahan satu angka membuat Cremonese kini mengoleksi 28 poin dan bertahan di peringkat ke-17—hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Situasi ini menunjukkan bahwa setiap poin menjadi sangat berarti dalam fase krusial musim.
Sebaliknya, Torino tetap nyaman di papan tengah dengan 40 poin, jauh dari ancaman turun kasta.
Meski gagal meraih kemenangan, performa Emil Audero memberi harapan besar bagi Cremonese. Di tengah rapuhnya lini serang, kehadiran kiper tangguh menjadi faktor vital dalam menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.

