TNI AL Intip Teknologi Penyelaman Dunia, Siapkan Lompatan Besar Operasi Bawah Laut

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya modernisasi kekuatan bawah laut terus digenjot TNI Angkatan Laut. Melalui partisipasi dalam latihan multinasional Salvage Exercise 2026 (Salvex 2026), Indonesia tak sekadar hadir sebagai pengamat tapi juga menyerap langsung teknologi dan taktik mutakhir dunia.

Delegasi dipimpin Laksamana Pertama TNI Hariyo Poernomo bersama perwira TNI AL lainnya, mengikuti rangkaian kegiatan di Jinhae Naval Base, markas utama latihan yang digelar oleh Republic of Korea Navy.

- Advertisement -

Selama tiga hari pelaksanaan, delegasi TNI AL menyaksikan langsung latihan yang melibatkan unit-unit penyelamatan terbaik dunia, seperti Sea Salvage Rescue Squadron (SSRS) Korea Selatan, Mobile Diving and Salvage Unit-1 (MDSU-1) milik United States Navy, dan Australian Clearance Diving Team (ACDT) dari Royal Australian Navy.

Selain itu, delegasi juga meninjau kapal penyelamat canggih seperti ROKS Ganghwadi dan ROKS Tongyeong. Selanjutnya, menyaksikan demonstrasi teknologi mutakhir mulai dari Saturation Diving, Remotely Operated Vehicle (ROV) hingga Deep Submergence Rescue Vehicle (DSRV).

- Advertisement -

Salah satu sorotan utama adalah model organisasi SSRS Korea Selatan yang dinilai sangat efektif. Unit ini mengintegrasikan kemampuan penyelam dan kapal pendukung dalam satu komando operasional.

Hariyo mengatakan dari model organisasi, kemampuan teknis, serta peralatan modern yang dimiliki SSRS merupakan referensi berharga bagi TNI AL.

“Hal ini akan menjadi bahan analisa penting untuk meningkatkan keterampilan dan profesionalisme prajurit Penyelam dan Penyelamatan Bawah Air (Koppeba) TNI AL ke depan,” kata Hariyo, dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AL, dikutip pada Senin, (13/4/2026).

Pendekatan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Indonesia dalam mengembangkan sistem operasi bawah laut yang lebih responsif dan terintegrasi.

Tidak hanya observasi, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mematangkan rencana latihan bersama DIVEX 2026 antara Koppeba TNI AL dan SSRS.

Latihan tersebut diproyeksikan menjadi ajang pertukaran keahlian yang lebih dalam. Hal itu terutama dalam prosedur penyelamatan kapal selam. Lalu, operasi penyelaman laut dalam penanganan situasi darurat bawah laut.

Delegasi juga melakukan pertemuan resmi dengan pimpinan Angkatan Laut Korea Selatan untuk memperkuat hubungan bilateral. Ini menegaskan bahwa kerja sama pertahanan kini tidak hanya soal keamanan, tetapi juga transfer teknologi dan peningkatan kapasitas.

Dari keterangan Dinas Penerangan RNI AL, partisipasi ini juga jadi bagian dari komitmen Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali dalam mendorong profesionalisme prajurit dan memperbarui doktrin penyelamatan bawah laut sesuai perkembangan global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru