Biaya Konstruksi Naik hingga 8 Persen, Kontraktor Was-was Gulung Tikar

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI), Andi Rukman Nurdin Karumpa menyoroti tekanan serius yang menimpa sektor jasa konstruksi nasional akibat lonjakan biaya operasional dalam beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, kenaikan biaya konstruksi yang salah satunya dipicu oleh kenaikan harga energi seperti bahan bakar industri sudah berada di level yang mengkhawatirkan.

“Dalam periode Februari hingga April 2026, kami melihat kenaikan biaya konstruksi dapat mencapai 3% hingga 8%, dan berpotensi meningkat lebih tinggi apabila kondisi ini berlanjut,” ujar Andi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Holopis.com, Minggu (12/4/2026).

Kenaikan harga solar industri yang kini berada di kisaran Rp21.000 hingga Rp23.000 per liter, dari sebelumnya Rp18.000 hingga Rp20.000, turut memicu lonjakan harga material utama seperti aspal, semen, dan baja.

Tekanan tersebut tak hanya menggerus margin keuntungan kontraktor, tetapi juga mengancam keberlangsungan usaha, khususnya bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah.

“Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penyesuaian kebijakan, maka cepat atau lambat pelaku usaha konstruksi, khususnya skala kecil dan menengah, akan mengalami kesulitan bahkan berpotensi berhenti beroperasi,” ungkap Sekjen GAPENSI, La Ode Safiul Akbar La Ode Safiul Akbar.

- Advertisement -

Situasi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera merespons tekanan di sektor konstruksi, yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung pembangunan nasional.

Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, risiko perlambatan proyek hingga gelombang penghentian usaha dinilai semakin nyata.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU