HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setelah menempuh pelayaran lintas samudera yang panjang dan penuh tantangan, KRI Prabu Siliwangi-321 akhirnya memasuki wilayah perairan Indonesia melalui Selat Sunda. Kehadiran KRI Prabu Siliwangi-321Momen itu jadi penanda bahwa salah satu kekuatan baru TNI Angkatan Laut siap perkuat pertahanan maritim nasional.
Dari keterangan Dinas Penerangan TNI AL, kedatangan kapal perang itu bukan sekadar perjalanan pulang. Tapi, melainkan bagian akhir dari Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26 yang menunjukkan kemampuan proyeksi kekuatan laut Indonesia hingga melintasi Samudera Atlantik dan Samudera Hindia.
Memasuki perairan strategis Indonesia, KRI Prabu Siliwangi-321 disambut oleh KRI Bung Karno-369 dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I. Penyambutan dilakukan melalui passing exercise (Passex), sebuah manuver laut yang menegaskan kesiapsiagaan dan profesionalisme prajurit TNI AL.
“Pelaksanaan Passex berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan interoperabilitas serta soliditas antar unsur dalam melaksanakan prosedur taktis di laut,” demikian keterangan resmi Dinas Penerangan TNI AL dikutip pada Selasa, (24/3/2026).
Latihan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian penting dalam mengasah koordinasi dan komunikasi antar unsur tempur. Kemampuan itu juga dinilai krusial dalam menghadapi berbagai potensi ancaman di wilayah yurisdiksi Indonesia yang luas.
“kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kesiapan operasional antar kapal perang dalam menjaga kedaulatan yurisdiksi Indonesia,” lanjut keterangan tersebut.
Usai melaksanakan Passex, KRI Prabu Siliwangi-321 melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Panjang, Lampung, untuk melakukan pengisian logistik sebelum menjalankan tugas berikutnya.
Keberhasilan pelayaran lintas samudera ini sekaligus menegaskan kesiapan alutsista TNI AL dalam menjangkau wilayah global dan kembali ke tanah air dengan kesiapan tempur optimal.
Rencananya, KRI Prabu Siliwangi-321 akan diresmikan di Jakarta pada akhir Maret 2026 sebelum resmi bergabung memperkuat jajaran Komando Armada Republik Indonesia.


