Dua Kecamatan di Parigi Moutong Terendam Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kondisi hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (3/4) memicu luapan air sungai yang menyebabkan banjir di dua kecamatan.

“Sedikitnya lima desa dilaporkan terendam banjir,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (5/4).

- Advertisement -

Abdul menjelaskan bahwa banjir merendam Desa Gio Barat dan Desa Pandelalap di Kecamatan Moutong serta Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang di Kecamatan Taopa.

“Sebanyak 35 KK terdampak banjir tersebut. Lima keluarga di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

- Advertisement -

Selain itu, banjir juga berdampak pada 39 unit rumah. Satu unit di antaranya dilaporkan rusak ringan.

Banjir dilaporkan masih menggenangi wilayah terdampak. Tim Reaksi Cepat (TRC) dari Kecamatan Moutong dan Taopa bersama aparat desa dan warga setempat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Periode peralihan musim atau pancaroba sering kali ditandai dengan perubahan cuaca signifikan, seperti hujan yang tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa panas. Kondisi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerugian bagi masyarakat.

Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 April 2026. Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, termasuk dampak dari fenomena cuaca ekstrem.

Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua.

Menyikapi prakiraan cuaca dan perubahan musim, Abdul mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

“Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem terjadi. Jauhi pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rentan roboh saat hujan dan angin kencang. Segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan dan angin kencang berlangsung terus-menerus lebih dari satu jam,” imbaunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru