HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana alam berupa hujan dan angin kencang melanda sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak beberapa hari terakhir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, seperti yang terjadi di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah.
“Sedikitnya empat pohon dilaporkan tumbang akibat terpaan angin kencang. Salah satu pohon yang tumbang menimpa seorang warga hingga meninggal dunia,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (5/4).
Abdul kemudian mengatakan bahwa selain korban jiwa dan pohon tumbang, pemerintah setempat masih melakukan pendataan kerugian lainnya yang mungkin timbul.
Selain Kabupaten Lombok Tengah, wilayah lain di Provinsi NTB yang mengalami cuaca ekstrem berada di Kabupaten Dompu.
Dua kelurahan di Kecamatan Dompu diterjang angin puting beliung menyebabkan sebanyak 20 unit rumah di Kelurahan Dorotangga dan Kelurahan Bada terdampak,” ujarnya.
Enam rumah di antaranya mengalami rusak sedang akibat tertimpa pohon yang tumbang diterpa angin. Selain merusak bangunan, pohon tumbang juga menimpa sebuah truk kontainer yang sedang melintas di sekitar wilayah tersebut.
“Tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa cuaca ekstrem tersebut,” imbuhnya.
Tim BPBD Kabupaten Dompu segera turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi serta membersihkan puing-puing pohon yang tumbang.
“Saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif,” tukasnya.
Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 6 April 2026. Kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, termasuk dampak dari fenomena cuaca ekstrem.
Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua.
Menyikapi prakiraan cuaca dan perubahan musim, Abdul mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem terjadi. Jauhi pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rentan roboh saat hujan dan angin kencang. Segera lakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan dan angin kencang berlangsung terus-menerus lebih dari satu jam,” imbaunya.

