HOLOPIS.COM, SINGAPURA – Menyelinap di antara antusiasme pengunjung Hall 4 dan 5 Singapore Expo yang dipadati lebih dari seratus ribu pasang mata, sebuah sudut seluas 54 meter persegi mencuri perhatian dengan narasi yang berbeda.
Alih-alih hanya menjual tiket pesawat atau kamar hotel, Paviliun Wonderful Indonesia hadir membawa misi besar bertajuk “Go Beyond Ordinary” dalam ajang NATAS Travel Fair 2026 pada akhir Maret lalu yang diselenggarakan oleh National Association of Travel Agents Singapore (NATAS).
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyadari betul bahwa Singapura bukan sekadar tetangga dekat, melainkan pusat syaraf perjalanan di Asia Tenggara yang sangat berpengaruh.
Hal inilah yang ditegaskan oleh Dedi Ahmad Kurnia, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar, yang menyebut Singapura sebagai hub strategis bagi tren perjalanan outbound di ASEAN.
Menurutnya, posisi Singapura sebagai travel hub global menjadikan partisipasi Indonesia sebagai langkah krusial agar tanah air tetap menjadi pilihan utama yang menonjol dan relevan bagi wisatawan.
Dalam kolaborasi apik bersama delapan pelaku industri papan atas, mulai dari biro perjalanan hingga hotel, Indonesia menawarkan kurasi paket wisata yang sangat kompetitif.
Pengunjung tidak lagi hanya diajak melihat keindahan alam, tetapi juga menyelami kekayaan budaya melalui Wonderful Indonesia Gourmet yang menyajikan keragaman kuliner nusantara yang menggugah selera.
Selain kuliner, Paviliun Indonesia juga menonjolkan aspek kesehatan dan kebugaran lewat Wonderful Indonesia Wellness, serta memamerkan keindahan wastra dan pariwisata ramah Muslim.
Salah satu terobosan yang paling mencolok tahun ini adalah perpaduan antara kearifan lokal dan kecanggihan masa depan melalui implementasi teknologi Tourism 5.0 secara nyata.
Kemenpar memperkenalkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia), asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan yang memudahkan wisatawan merencanakan perjalanan mereka secara digital.
Inovasi ini berjalan beriringan dengan promosi konsep pariwisata regeneratif yang menekankan pelestarian lingkungan, khususnya di 10 Destinasi Prioritas seperti Labuan Bajo dan Mandalika.
Aksesibilitas pun semakin dimanjakan dengan diperkenalkannya deretan rute penerbangan langsung terbaru yang menghubungkan Singapura ke berbagai titik eksotis di nusantara, mulai dari Medan hingga Tanjung Pandan.
Secara ekonomi, kehadiran Indonesia di NATAS Travel Fair 2026 diproyeksikan mampu mencatatkan potensi transaksi hingga Rp4,3 miliar dengan target tambahan kunjungan sebanyak 725 wisatawan mancanegara.


