HOLOPIS.COM, JAKARTA – Militer Israel merespons insiden tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Tiga prajurit itu gugur di kawasan Lebanon Selatan.
Israel menyatakan dari hasil tinjauan internal, menunjukkan tak ada pasukan yang berada di lokasi kejadian saat ledakan terjadi. Selain itu, Israel juga menegaskan tak menempatkan bahan peledak di area tersebut.
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons atas meningkatnya sorotan internasional terhadap operasi militer Israel di Lebanon selatan.
Israel bahkan menyerukan agar pasukan UNIFIL menghindari area pertempuran aktif. Hal itu terutama di zona yang telah dikeluarkan peringatan evakuasi bagi warga sipil.
Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa garis batas antara zona aman dan wilayah konflik semakin kabur. Dengan demikian, risiko terhadap pasukan penjaga perdamaian pun meningkat.
Insiden ini menambah daftar panjang korban di tengah konflik yang terus meluas. Hal itu sekaligus memunculkan pertanyaan besar tentang keamanan pasukan internasional yang bertugas menjaga stabilitas di wilayah tersebut.
Insiden gugurnya tiga prajurit terjadi di tengah memanasnya perang antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah.
Dari temuan awal, dua dari tiga prajurit Indonesia gugur akibat ledakan di pinggir jalan yang menghantam konvoi mereka. Ledakan itu diduga kuat berasal dari bahan peledak yang terpasang di jalur yang dilintasi pasukan penjaga perdamaian.
“Sebuah ledakan di pinggir jalan tampaknya telah menghantam konvoi dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang tewas di Lebanon selatan,” kata kepala pasukan penjaga perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengutip dari laporan media internasional, pada Rabu, (1/4/2026).
Insiden itu terjadi pada Senin di dekat Bani Hayyan, wilayah selatan Lebanon yang menjadi salah satu titik panas konflik. Selain dua korban jiwa, dua tentara Indonesia lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, sehari sebelumnya, seorang prajurit Indonesia lainnya juga gugur setelah sebuah proyektil meledak di dekat posisi pasukan penjaga perdamaian.
Rentetan kejadian ini memperlihatkan meningkatnya ancaman terhadap personel UNIFIL di tengah eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali.
PBB pun langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“UNIFIL sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan keadaan dari perkembangan yang tercela ini,” kata Jean-Pierre Lacroix.


